#kartupetaniberjaya#pertanian#beritalampung

Kartu Petani Berjaya Diluncurkan Oktober

( kata)
Kartu Petani Berjaya Diluncurkan Oktober
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Kusnardi. Lampost.co/Triyadi Isworo 

Bandar Lampung (Lampost.co): Program Kartu Petani Berjaya (KPB) akan segera diluncurkan pada Oktober mendatang. Sampai saat ini program tersebut sudah masuk pada tahapan kedua yakni tahap implementasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, mengatakan saat ini sudah terdata ada sekitar 14 ribuan petani dengan 90 ribuan hektare lahan di Provinsi Lampung yang masuk dalam program tersebut.

Dia mengatakan jajarannya menggelar rapat pembahasan Kartu Petani Berjaya menyampaikan progres-progres yang telah dikerjakan dalam program tersebut.

"Kita laporkan progres Kartu Petani Berjaya. Kita kerja terus untuk mensukseskan program kerja Pak Arinal dan Bu Nunik, karena program ini baik untuk petani. Saat ini kita masuk pada tahap kedua untuk implementasi, tapi belum seluruh petani masuk dalam program tersebut," katanya di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 2 Juli 2020.

Dia mengatakan dalam waktu dekat ini jajarannya terus bekerja dan direncanakan sekitar Oktober 2020 akan launching sekaligus panen raya dari hasil uji coba program Kartu Petani Berjaya.

"Seharusnya program kartu petani berjaya di launching pada HUT Provinsi Lampung pada Maret kemarin tetapi tertunda karena adanya pandemi Covid-19. Mudah-mudahan Oktober launching. Kita juga masih banyak yang dievaluasi karena ini sistem baru. Program sudah berjalan, petani yang masuk bisa menikmati fasilitas program tersebut," katanya.

Kartu Petani Berjaya merupakan program dari Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim yang berlandasan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2020. Program Kartu Petani Berjaya (KPB) adalah suatu program yang menghubungkan semua kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat dalam proses pertanian secara bersama-sama.

Ukuran kinerja keberhasilan dalam KPB meliputi peningkatan nilai tukar petani (NTP), peningkatan keuntungan usaha tani, efisiensi usaha tani, dan peningkatan produksi dan produktivitas. Kemudian pihak yang dilibatkan dalam KPB yakni petani, distributor sarana produksi, poktan, penyuluh, kios, lembaga keuangan, pembeli, ahli dan pemerintah daerah. 

Sementara fungsi KPB tersebut meliputi ketersediaan benih, bibit, dan pupuk, penanganan panen dan pasca panen, pendampingan budidaya, ketersediaan teknologi pertanian, permodalan, manajemen resiko usaha tani, jadwal tanam dan penyaluran air irigasi. Aplikasi petani bisa diunduh melalui playstore dengan keyword `Kartu Petani Berjaya`. Untuk informasi lebih banyak lagi bisa mengunjungi www.kpb.lampungprov.go.id.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar