#kartupetani#asuransi#pringsewu

Kartu Petani Berjaya akan Soft Launching di Pringsewu

( kata)
Kartu Petani Berjaya akan Soft Launching di Pringsewu
Dokumentasi Lampost.co

Pringsewu (Lampost.co) -- Pringsewu akan menjadi kabupaten pertama yang akan melaksanakan soft launching Kartu Petani Berjaya, pada Rabu, 11 Desember 2019 pagi. Agenda itu akan berlangsung di delapan titik yang dipusatkan di balai Pekon, Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo.

Menurut Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Pringsewu Sri Ermalia mendampingi Sekretaris Dinas Pertanian Maryanto mengatakan soft launching Kartu Petani Berjaya akan dihadiri Sekprov Lampung dan jajaran Pemkab Pringsewu.

Pemilik Kartu Petani Berjaya sebanyak 2.486 dari total 6020 petani di Kecamatan Gadingrejo. Dari jumlah tersebut sebanyak delapan orang akan menerima kartu secara simbolis.

Menurut Sri Ermalia, fasilitas yang bisa di peroleh dari Kartu Petani Berjaya adalah petani akan mendapat kemudahan menebus pupuk, pestisida, menebus benih, pembayaran AUTP asuransi usaha tanaman padi (AUTP), pemberian fasilitas KUR.

"Jumlah 2. 486 petani penerima Kartu Petani Berjaya, itu baru tahap awal, karena langkah selanjutnya adalah memasukan seluruh petani ke kartu petani berjaya," ungkap Sri Ermalia.

Menurutnya bagi petani yang akan masuk dan memperoleh kartu petani berjaya tentu harus mengisi firmat yang.sudah di sediakan.dalam aplikasi. "Nantinya PPL yang akan mengajarkan memasukan data dalam aplikasi online," ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Maryanto menjelaskan Kartu Petani Berjaya akan menjamin petani dalam memperoleh pupuk. Jika petai mengalami puso atau gagal panen maka bisa melakukan klaim asuransi pertanian sebesar Rp6 juta/ha.

“Bagi petani yang sudah punya kartu itu tidak perlu khawatir kehabisan pupuk karena sudah tercatat secara online,” ujarnya.

Dia menambahkan syarat mendapatkan Kartu Petani Berjaya telah menyusun e-RDKK 2020 dan memiliki dokumen kependudukan (NIK). Tujuan diterbitkannya kartu petani berjaya adalah untuk mewujudkan 6 T yaitu tepat waktu, tepat mutu, tepat tempat, tepat harga, tepat sasaran,  dan tepat jenis.

Maryanto menambahkan dipilihnya Pringsewu berdasarkan penilaian dari tim program kartu petani berjaya (PKPB). “Apalagi Pringsewu juga di nilai yang pertama.selesai menyusun E-RDKK 2020 lebih cepat,” ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar