#kasusjiwasraya

Karier Harry Prasetyo 'Berakhir' di Jiwasraya

( kata)
Karier Harry Prasetyo 'Berakhir' di Jiwasraya
Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo. Dok Jiwasraya

Jakarta (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung menahan eks Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Harry Prasetyo terkait kasus gagal bayar di perusahaan pelat merah tersebut. Harry bergabung di perusahaan pelat merah tersebut sejak 15 Januari 2008 dan langsung menempati posisi direktur Keuangan dan menjadi pembicaraan publik sejak kasus Jiwasraya mencuat.
 
Lulusan Bachelor of Business Administration (BBA) Finance dari Pittsburg State University, Pitssburg-Kansas, Amerika Serikat itu sebelumnya hanya berkecimpung di sektor swasta. Harry lebih banyak menghabiskan waktunya di pasar modal.

Seperti dirangkum Medcom.id, Selasa, 14 Januari 2020, dia pernah menakhodai PT Dhana Wibawa Arta Cemerlang, perusahaan yang didirikannya lepas meraih gelar bachelor di Amerika Serikat. Selanjutnya, Harry pernah bergabung di PT Artha Graha Sentral, PT Trimegah Securities Tbk, PT Batasa Capital, serta PT Lautandhana Investment Management.
 
Usai malang melintang di dunia pasar modal, Hary mencari pencerahan dengan bergabung di industri asuransi. Industri yang belum pernah digelutinya selama berkarier.
 
Penyandang gelar gelar akademik Master of Business Administration (MBA) General Business dari City University, Portland-Oregon, Amerika Serikat itu dipercaya menjadi direktur keuangan Jiwasraya pada periode 2013—2018 karena kinerjanya yang mumpuni. Dia juga tercatat pernah bergabung sebagai tenaga ahli utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP).
 
Bahkan, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengaku kecolongan dengan kehadiran Harry di KSP. Moeldoko baru mengenal Harry saat menjadi tenaga ahli pada 2016. Dia direkrut lantaran memiliki rekam jejak positif selama menjadi petinggi asuransi pelat merah itu.
 
Namun, karena permasalahan Jiwasraya, kariernya pun “berhenti’ sementara. Posisi Harry sebagai direktur Keuangan Jiwasraya digantikan Danang Suryono berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia selaku pemegang saham Nomor SK-132/MBU/05/2018 tanggal 18 Mei 2018.
 
Harry kini ditahan KPK atas kasus Jiwasraya yang berpotensi merugikan negara Rp13,7 triliun.

Medcom



Berita Terkait



Komentar