#banksampah#sampah#lingkungan#beritalamsel

Karang Taruna Kualasekampung Kelola Bank Sampah

( kata)
Karang Taruna Kualasekampung Kelola Bank Sampah
Karang Taruna Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, saat mengambil sampah rumah tangga di desa setempat, Senin (3/2/2020). Armansyah


Kalianda (Lampost.co): Dalam rangka mengurangi sampah rumah tangga, Karang Taruna Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, melakukan pengelolaan sampah melalui program bank sampah. Sampah yang dikelola berupa sampah plastik rumah tangga sebagai sumber pendapatan desa.

Ketua Karang Taruna Desa Kualasekampung Astra Suherman mengatakan memasuki awal 2020 pihaknya mulai mengelola bank sampah plastik rumah tangga. Dimana, pihaknya akan menampung sampah plastik untuk didaur ulang.

"Jadi, bank sampah ini kami bertugas menjemput atau mengambil sampah rumah tangga di setiap rumah. Bukan hanya plastik saja, tapi semua sampah yang berasal dari rumah tangga. Kemudian, kami buang ke TPA dan sampah plastik akan didaur ulang," kata dia, Senin, 3 Februari 2020.

Menurut Astra, dalam setiap pengambilan sampah itu pihaknya menarif retribusi sebesar Rp1.000 per rumah untuk biaya transportasi pembuangan sampah. Namun, untuk sampah plastik justru mereka bayar sebesar Rp1.500 per kilo.

"Nah, kalau sampah plastik ini yang akan kami lebur untuk didaur ulang. Sampah plastik ini akan kami bayar kepada masyarakat. Nanti, sampah plastik yang sudah dilebur akan kami jual kembali," kata dia.

Astra mengatakan pembayaran sampah plastik yang sudah dikumpulkan itu akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Dimana, setia rumah berhak memilih tiga aksi mengurangi sampah, yakni  sedekah sampah, barter sampah dan tabung sampah.

"Sedakah sampah ini, bila masyarakat ingin bersedekah ke anak yatim dan jompo. Untuk barter sampah, masyarakat bisa mendapatkan voucer belanja di Wardes Kualasekampung. Sedangkan, tabung sampah khusus masyarakat yang ingin mendapatkan uang tunai dan bisa diambil dalam jangka tiga bulan sekali," kata dia.

Astra mengatakan tujuan dari bank sampah itu untuk kebersihan lingkungan, membantu serta mempermudah pembuangan sampah rumah tangga, dan menambah pendapatan bagi karang taruna desa.

"Ya, ini juga untuk mengurangi jumlah angka pengangguran. Program ini merupakan dukungan dari Pemerintah Desa Kualasekampung. Mudah-mudahan desa kami kedepan bersih dari sampah," kata dia.

Kepala Desa Kualasekampung, Budi Warkoyo mengatakan program pengelolaan bank sampah ini kami dukung melalui dana desa (DD) 2019 tahap ketiga sebesar Rp35 juta. Dimana, program ini dikelola langsung oleh Karang Taruna Desa.

"Tujuannya tidak lain untuk kebersihan lingkungan, mengurangi jumlah pengangguran dan menambah pendapatan desa. Mudah-mudahan ini bisa untuk kemajuan desa," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar