#lampungselatan

Kapolsek Sragi Sebut Belum Tahu soal Peredaran BBM Oplosan 

( kata)
Kapolsek Sragi Sebut Belum Tahu soal Peredaran BBM Oplosan 
Mobil warga mogok usai diisi BBM oplosan, Jumat, 19 Agustus 2022. (Foto: Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mengaku hingga kini belum menerima laporan mengenai adanya dugaan peredaran atau penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax yang oplosan di wilayah hukum setempat.

"Hingga saat ini kami belum tahu kalau ada dugaan peredaran BBM oplosan. Soalnya belum ada yang laporan ke kami," kata Kapolsek Sragi, Iptu Zuhdi melalui telepon, Jumat, 19 Agustus 2022.

Menurut Kapolsek, pihaknya terlebih dahulu menelusuri kronologi yang dialami korban. Jika memang benar, maka nanti bisa BBM jenis pertamax yang dibelinya itu dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu.

"Kami cek dulu, apa ceritanya dari si korban. Kami harus konfirmasi dulu si korban itu. Benar tidak dia beli bahan bakar itu. Kalaupun benar, bisa dilakukan uji laboratorium terhadap BBM pertamax yang diduga dioplos," ujar Zuhdi.

Untuk itu, Kapolsek berharap kepada korban atau masyarakat yang merasa dirugikan karena dugaan peredaran BBM oplosan segera melapor ke pihak yang berwajib. Hal tersebut supaya bisa ditindaklanjuti secepatnya.

"Kami mengimbau kepada siapa pun untuk segera melapor kalau merasa dirugikan dengan pembelian dugaan bahan bakar oplosan. Kemudian, nantinya bisa kami cek lokasi penjualannya. Biar kami ada dasar tindak lanjutnya," kata Kapolsek.

Sebelumnya, M. Ali Hidayat, warga Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas mengaku mobil pribadinya mogok setelah diisi BBM jenis pertamax. BBM yang diduga oplosan itu didapatkan dari salah satu penjual BBM di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi.

"Kemarin saya beli BBM jenis pertamax untuk mobil saya sebesar Rp200 ribu. Tapi, setelah diisi mobil saya bermasalah pada mesin dan mogok," ujar Ali.

Mengetahui hal tersebut, ia pun membawa mobil pribadinya ke salah satu bengkel. Saat diperiksa, ternyata BBM yang didalam tangki diduga oplosan sehingga berdampak mogok.

"Dari bau BBM yang saya beli saja memang sudah beda, seperti bercampur minyak tanah gitu. Dan warnanya tidak benih atau agak keruh," kata Ali. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar