pilkadabawaslupelanggaran

Kapolresta Minta Masyarakat Tenang Pasca-Putusan Bawaslu

( kata)
Kapolresta Minta Masyarakat Tenang Pasca-Putusan Bawaslu
Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya. Dok/Polresta Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya meminta masyarakat, pendukung hingga simpatisan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung, tetap tenang dan menjaga kamtibmas.

Hal itu menyusul putusan Bawaslu Lampung yang menerima gugatan paslon 02 Yusuf Kohar Tulus Purnomo, terhadap pembatalan paslon 03 Eva Dwiana Dedy yang diduga melakukan pelanggaran terstruktur sistematis dan massif (TSM).

Baca juga: Bawaslu Diskualifikasi Paslon Eva Dwiana-Deddy

"Masyarakat tenang, tidak usah kaget harus saling menenangkan, ada salurannya (prosedur hukum) ada gugatan atau putusan nanti," ujarnya Rabu, 6 Januari 2021.

Yan Budi menegaskan bila ada oknum warga, tim suskes atau simpatisan yang menjadi provokator hingga memunculkan konflik, dan berujung pada kerusahan, vandalisme atau upaya melawan hukum lainnya, akan ditindak tegas.

Baca juga: Putusan Bawaslu Soal Pembatalan Eva-Deddy Disebut Timbulkan Perdebatan

"Kita pastikan tindak tegas, kalau sampai ada ranah pidana. Tapi saya selalu sampaikan ke masing-masing calon agar menjaga kondusifitas, ada walpri-walpri (polisi) yang melekat juga dengan calon. Kami kedepankan upaya preemtif dan preventif," katanya.

Guna mengantisipasi potensi konflik, Polresta Bandar Lampung dengan unsur TNI meningkatkan patroli gabungan, pengawasan terbuka dan tertutup. Objek vital seperti kantor KPU dan Bawaslu kota Bandar Lampung akan dijaga ketat.

"Kalau untuk permintaan pam perorangan (komisioner KPU Bawaslu), belum ada, tadi juga evakuasi (pakai baracuda) tapi jalannya sidang kan kondusif," katanya.

Menurutnya, jika ada elemen masyarakat atau LSM yang akan melakukan aksi menanggapi putusan tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19. Jangan sampai ada kerumunan massa yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Kita pantau, kalau melanggar kita bubarkan," kata alumnus Akpol 1996 itu.

Winarko







Berita Terkait



Komentar