sertijabPolresmetro

Kapolres Metro Pimpin Sertijab Kasat Intel dan Kasat Narkoba

( kata)
Kapolres Metro Pimpin Sertijab Kasat Intel dan Kasat Narkoba
Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati saat memimpin sertijab dua Kasat di Mapolres setempat, Jumat (20/12). Suorayogi

METRO (Lampost.co) -- Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati memimpin serah terima jabatan Kasat Intelkam dan Kasat Narkoba Polres Metro, di mapolres setempat, Jumat, 20 Desember 2019.

Kasat Narkoba dijabat oleh Iptu Junaidi menggantikan AKP Fredy Aprisa Putra. Selanjutnya Fredy akan menempati pos barunya sebagai Kapolsek Jabung, Polres Lampung Timur. Sementara penggantinya, Junaidi, sebelumnya menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Lampung Barat.

Kemudian, Iptu Dedi Yohanes digantikan AKP Edi Kurniawan sebagai Kasat Intel. AKP Edi merupakan mantan Panit 4 Subdit 2 Ditintelkam Polda Lampung. 

Dalam kesempatan itu, Fredy berharap penggantinya dapat memaksimalkan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika yang cukup tinggi di wilayah hukum Polres Metro. 

"Tantangan untuk ungkap yang lebih besar dan intensitas yang tinggi, mengingat sebelumnya yang bersangkutan merupakan mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Barat yang notabene disana tingkat intensitas penyalahgunaan narkoba rendah," kata Fredy.

Diakui Fredy, terkadang benturan di hati saat menangkap pelaku narkoba dengan kondisi keluarganya yang hidup serba kekurangan. Bahkan, kata Fredy, hatinya sangat miris saat mengamankan seorang pelaku yang baru bebas dan memiliki anak berusia 5 tahun. Berdasarkan keterangan keluarga anak tersebut dari kecil tidak dirawat oleh ayahnya, sedangkan ibunya telah pergi sejak si anak masih bayi.

"Anak itu saat ini kembali dirawat oleh neneknya yang merupakan buruh cuci. Disitulah terkadang terjadi benturan kemanusiaan yang saya rasakan," kenangnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa terdapat hal yang sulit terlupakan ketika ia menjabat di Polres Metro. "Yang sulit terlupakan dari Metro ialah dinamika sosialnya yang tinggi, mengingat Metro merupakan kota kedua setelah bandar lampung. Metro merupakan kota yang bagus dan tempat yang nyaman untuk tinggal. Akan tetapi terdapat persoalan serius terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang tinggi, sedangkan Metro hanya terdapat 5 kecamatan yang artinya merupakan tantangan besar untuk ungkap penyalahgunaan narkoba," katanya.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar