#kapalterdampar#beritatulangbawang#perairantulangbawang

Kapal Yacht Asal Australia Terdampar di Perairan Tulangbawang

( kata)
Kapal Yacht Asal Australia Terdampar di Perairan Tulangbawang
Kapal asal Australia yang terdampar di perairan Kualateladas, Tulangbawang. Lampost.co/Ferdi

Menggala (Lampost.co): Sebuah kapal asing asal Australia terdampar di perairan Kualateladas, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang. Kapal Yacht yang dinahkodai Mr Nowicki diduga menjadi korban kejahatan para penjahat laut.

Kapal tersebut diduga menjadi korban kejahatan para kawanan perompak dan menjarah barang berharga di dalam kapal ketika tengah berlayar dari Australia ke Jakarta.

Kasat Polairud Tulangbawang Ipda Iwan membenarkan penemuan kapal tersebut di perairan Tulangbawang. Ia menduga perompakan terjadi di laut Sibur Tanjung Manjangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Seusai dibajak, kapal tersebut terombang ambing di laut dan terdampar sampai masuk perairan Kuala Teladas Tulangbawang.

"Kapal itu terdampar hanyut terbawa gelombang sampai di perairan Tulangbawang. Kemudian ditemukan Anggota Satuan Polair Tuba. Sekarang diamankan di depan Pol Pos Airud Kualateladas," kata Iwan, Rabu, 27 Mei 2020.

Iwan mengatakan ketika ditemukan terdampar, kondisi kapal tengah dalam keadaan rusak karena ada kendala pada salah satu engine kapal. Selain itu, stok makanan juga dalam kondisi menipis.

"Logistik awak kapal juga dalam kondisi kurang. Untung kepala desa setempat mau membantu logisitk, namun tetap sesuai protokol covid-19," ujar dia.

Informasi yang didapat Lampost.co, seusai menerima informasi adanya kapal terdampar di perairan Kuala Teladas, tim dari Kansar Lampung bergerak menuju posisi Kapal Hoopla.

Tim Kansar Lampung personil Pos Polairud Kuala Teladas bersama Perangkat kampung kemudiam berangkat menuju Kapal Hoopla dengan menggunakan kapal nelayan setempat dan langsung berkomunikasi dengan Nahkoda Kapal Mr Tadeusz N.

Informasi yang didapat menyebutkan, terdapat 10 orang pelaku perompak empat diantaranya membawa senjata api. Akibat peristiwa itu korban mengalami kerugian uang 700 ribu dolar, GPS dan alat navigasi, ponsel, bahan bakar minyak, dokumen kapal dan paspor, stok makanan, kemudi kapal atau stir kapal, dinamo starter, dan aki.

Kapal tersebut sampai di perairan Kualateladas dengan cara menyusuri pinggir pesisir dengan kemudi manual. Kapal terhenti dan terdampar di perairan Kualateladas lantaran stok BBM yang menipis.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar