#cucacaekstrem#kapalkandas#Pesisirselatan#beritalampung

Kapal Asal Padang Kandas, Terseret Gelombang di Kuala Stabas

( kata)
Kapal Asal Padang Kandas, Terseret Gelombang di Kuala Stabas
Kapal Asal Padang Kandas, Terseret Gelombang di Kuala Stabas. (Foto:Lampost/Yon fisoma)

KRUI (Lampost.co)--Cuaca ekstrim dan gelombang tinggi disertai angin kencang di laut Pesisir Barat membuat satu unit kapal ikan nelayan asal Padang, Sumatera Barat terseret arus, rusak dan terdampar di pantai Tempat pelelangan Ikan (TPI)  dekat Pelabuhan Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat.
 
Dari informasi yang dihimpun dan pemantauan Lampost.co, Jumat (14/12/2018), kapal kayu tersebut mengalami kerusakan bocor di bagian badan kapal,  ombak laut setempat yang tinggi masuk ke dalam kapal.  Beberapa warga datang ke lokasi ingin melihat kondisi kapal yang terdampar tersebut.

Heri, salah seorang awak kapal itu, saat bertemu Lampost.co di lokasi, mengatakan kronologis terdamparnya kapal itu awalnya pada Rabu (12/12) sekitar pukul 01.00 dini hari.  Kapal kehabisan bahan bakar. "Kami hendak membeli bahan bakar dan buang jangkar yang jaraknya sekitar satu mil dari pantai ini. Tetapi kemudian gelombang tinggi laut menyeret kapal ini hingga terdampar di pantai ini. Tadinya kondisi kapal bagus tetapi akibat ombak besar sekarang jadi rusak.  Hal ini sudah kami laporkan kepada syahbandar Pelabuhan Krui, " kata Heri. 

Ia dan tiga rekannya yang menjadi awak kapal itu,  tadinya hendak mengantar kapal asal padang Sumatera Barat tersebut kepada warga Lampung yang menjadi pembeli kapal itu . Pada saat jalan dari padang kondisi mesin dan body kapal bagus, namun akibat peristiwa itu,  saat ini kapal mengalami kerusakan.

"Kapal srijaya 03. Sudah dua hari kami di sini. Kami terpaksa menginap di bangunan yang ada di TPI .  Kalau seperti ini kondisi kapal rusak harus diperbaiki.  Harapan kami,  secepatnya kami dapat pulang ke Padang.  Tadinya waktu berangkat kondisi kapal bagus.  Rusak pas sampai disinin akibat cuaca buruk," kata Heri. 

Yon Fisoma



Berita Terkait



Komentar