#Covid-19#lampungutara

Kantor BPKAD Lampura Tutup Usai Pegawainya Terpapar Covid-19

( kata)
Kantor BPKAD Lampura Tutup Usai Pegawainya Terpapar Covid-19
Kantor BPKAD Lampura terpantau lengang, Rabu, 7 Juli 2021. Lampost.co/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co) -- Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupten Lampung Utara (Lampura) ditutup dan dialihkan ke sistem work from home (WFH) setelah ada pegawai dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia terpapar covid-19.

Pantauan Lampost.co, beberapa ruangan sepi. Aktivitas pelayanan tak terlihat di bagian perbendaharaan, akutansi, anggaran, bahkan di kesekretariatan. Kegiatan hanya ditemukan di bagian Kas Daerah (Kasda) dan Bidang Aset.

Kabid Aset BPKA Lampura, Wandek mengatakan kedatangannya di kantor pun karena ada satu pekerjaan yang memang tidak bisa dirampungkan di rumah. 

"Sesuai kebijakan pimpinan, beberapa bidang terpaksa bekerja melalui WFH karena ada beberapa pegawai kontak langsung dengan mereka positif covid-19," terangnya, Rabu, 17 Juli 2021.

Baca: Sosialisasi Pilkades Serentak di Lampura Disetop

 

Korlap Satgasus Covid-19 Lampura, Yusrizal Hasan, mengatakan pemberlakuan WFH setelah diketahui setelah ada pegawai di Bidang Akutansi dan Aset yang juga terkonfirmasi positif covid-19. Setelahnya dilakukan tracing,  beberapa pegawai lain juga mengalami hal serupa.

"Lampura kan lagi zona merah, sesuai ketentuan seluruh aktivitas dilakukan dengan WFH," kata Yusrizal.

Yusrizal mengatakan, pembatasan kegiatan tidak hanya dilakukan di lingkungan perkantoran. Pemberlakuan serupa harus diterapkan di rumah makan, pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan lainnya.

"Kita masuk zona merah, jadi harus lockdown dulu," pungkasnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar