#bahasalampung#bahasadaerah#humaniora

Kantor Bahasa Lampung Gelar Sidang Kosakata Bahasa Daerah

( kata)
Kantor Bahasa Lampung Gelar Sidang Kosakata Bahasa Daerah
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Kantor Bahasa Provinsi Lampung melakukan pengumpulan data kosakata dari berbagai daerah yang mencakup semua dialek dan subdialek bahasa Lampung. Hal itu bermuara pada penerbitan Edisi Revisi Kamus Dwibahasa Lampung-Indonesia. 

Pekerjaan yang sudah dilakukan empat tahun terakhir tersebut sudah memasuki tahap akhir. Untuk itu, Kantor Bahasa Provinsi Lampung melaksanakan Sidang Kosakata Bahasa Daerah yang dihadiri perwakilan penutur dialek Api dan dialek Nyow di Hotel Kurnia Dua, Jalan Raden Intan, Enggal, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, pada Selasa, 10 November 2020.

Menurut Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Eva Krisna, penyusunan dan perevisian Kamus Dwibahasa Lampung-Indonesia adalah kegiatan yang sama pentingnya dengan melestarikan kebudayaan Lampung. "Kita akan kehilangan kosakata Lampung bila tidak melestarikannya. Sebab, bahasa Lampung tidak menutup kemungkinan akan dipengaruhi oleh bahasa Indonesia, bahasa asing, atau bahasa gaul sehingga kehadiran kamus hari ini menjadi penting di hari esok," kata Eva. 

Putri, salah satu tim penyusun kamus bahasa Lampung, menyampaikan proses pendataan kosakata bahasa Lampung betul-betul memerlukan kerja keras. Sebab, kami harus menelusuri lema-lema, sublema, atau istilah-istilah yang belum masuk atau dicatat oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung. 
"Jadi, pendataan dimulai dari Kabupaten mana yang belum kami kunjungi. Setelah itu kami identifikasi lagi lema-lema yang dapatkan itu," ujar dia. 

Yulfi, tim penyusun kamus lainnya, mengatakan kendala yang dihadapi di lapangan yaitu ketika mencari data untuk menangkap satu kosakata tertentu yang ingin didapatkan memerlukan waktu yang lama karena pendekatan untuk pengambilan kosakata tersebut tidak hanya menggunakan pendekatan bahasa saja, tetapi juga ada pendekatan psikologisnya atau sosialnya. Jadi target pengambilan data dalam sehari itu misalnya ada 10 lema dan yang didapat hanya dua lema.

“Setiap daerah itu mempunyai kosakata yang berbeda untuk kata tertentu, belum lagi untuk satu kata yang sama bisa dilafalkan berbeda oleh penutur daerah yang berbeda. Contoh lainnya kata turunan yang belum dicantumkan menyeluruh karena keterbatasan waktu,” ujarnya.

Kita selama ini sering salah persepsi membagikan sebagian tentang bahasa Lampung Dialek A dan O yang dikaitkan dengan dua adat yang ada di Lampung. Jadi, kalau mau mengkaji tata bahasa, kita harus melihat Lampung itu terdiri atas marga-marga yang kalau dilihat dari segi bahasa mirip-mirip, walaupun ada perbedaan tetapi ada kesamaan. 

Ridwan, perwakilan dari Magister Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Lampung, menambahkan kegiatan sidang kosakata bahasa daerah ini adalah tahap akhir dari penyusunan kamus edisi 2 oleh kantor bahasa. Sebab, hal itu penting untuk mengoreksi kembali kamus yang telah disusun dengan melibatkan penutur asli bahasa Lampung baik dialek A maupun O.

"Penyusunan kamus ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan bahasa Lampung agar tetap dikenal. Tentu dalam penyusunan sebuah kamus akan selalu ada perubahan karena salah satu hakikat bahasa adalah dinamis dan berkembang," ujar dia. 
Harapannya setelah kamus ini diterbitkan, para pembelajar bahasa Lampung dapat lebih mengenal dan mudah dalam mempelajari bahasa Lampung.

Kegiatan Sidang Kosakata Bahasa Daerah itu dihadiri oleh perwakilan MPAL Provinsi Lampung, MPAL Kota Bandar Lampung, MGMP Bahasa Lampung, dan Pascasarjana Bahasa Lampung Universitas Lampung. Kemudian, perwakilan Ikadubas Provinsi Lampung, media massa, Dinas Pendidikan Lampung, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, dan Kantor Bahasa Provinsi Lampung. 

Sidang Kosakata Bahasa Daerah tersebut juga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Terbukti para peserta sebelum masuk dicek suhu tubuhnya, mencuci tangan, harus menggunakan masker, dan tempat duduknya juga sudah diatur sesuai ketentuan pandemi Covid-19.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar