#kampungAlquran#berita

Kampung Alquran Mengentaskan Masyarakat Buta Alquran

( kata)
Kampung Alquran Mengentaskan Masyarakat Buta Alquran
Anak-anak sedang membaca Alquran. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

Pesawaran (Lampost.co) -- Masih banyaknya masyarakat yang tidak bisa membaca Alquran dan terjemahannya, Yayasan Umar Bin Abdul Aziz mendirikan kampung Alquran sebagai sarana untuk mengajarkan semua kalangan baik dari anak anak sampai ke orang tua mengenal Alquran. Hal ini merupakan upaya mengentaskan masyarakat buta Alquran.

"Saat ini kantor pusat kami masih di Metro Lampung, tetapi setelah diresmikan peletakan batu pertama yang rencananya akan digelar pada Rabu mendatang di Desa Bogorejo Kecamatan Gedongtataan, kantor pusat akan dipindah di Kabupaten Pesawaran, sedangkan Metro menjadi cabang perwakilan," jelas Kepala Yayasan Iqbal Abdul Aziz, Senin, 16 Desember 2019.

Ia tergerak mendirikan kampung Alquran setelah beberapa orang asal  Bengkulu pada tahun 2017 yang ingin belajar membaca Alquran. "Karena pada saat itu memang tidak ada tempat untuk menginap bagi orang yang datang dari Bengkulu tersebut, akhirnya kami memutuskan, untuk datang ke Bengkulu dan memberi pelajaran membaca Alquran," ungkapnya.

Belajar Alquran tidak terbatas usia, siapa pun bisa belajar membaca Alquran di yayasannya. "Saat ini masih banyak masyarakat kita, yang masih buta Alquran, bahkan jutaan orang masih  belum bisa membaca Alquran dan terjemahannya," paparnya.

Selain mengajarkan membaca Alquran, ia juga akan melibatkan warga setempat. Rumah warga bisa menjadi Home Stay (rumah tinggal -red) bagi masyarakat luar daerah yang datang untuk untuk melakukan wisata relegius.

"Jadi kami juga berniat untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar, sehingga masyarakat juga akan merasakan dampaknya saat pengunjung dari luar kota akan bermalam. Intinya sasaran utama kami pada akhirnya akan berupaya agar di tahun 2025 tidak ada lagi masyarakat yang buta Alquran," pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar