pilkadaKPU

Kampanye Daring di Pilkada Lamsel Kurang Diminati

( kata)
Kampanye Daring di Pilkada Lamsel Kurang Diminati
Ilustrasi. Google Images


Kalianda (Lampost.co) -- Kampanye melalui media dalam jaringan (Daring) pada Pilkada Lampung Selatan 2020 kurang diminati oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Lamsel. Padahal, tahapan kampanye telah berjalan lebih dari satu bulan terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, para paslon yang berkompetisi pada Pilkada Lamsel lebih tertarik pada kampanye tatap muka dengan mengumpulkan peserta paling banyak 50 peserta.

Komisioner KPU Lamsel, Mislamudin mengatakan hingga kini belum ada para kontestan Pilkada Lamsel 2020 yang melakukan kampanye melalui daring. Padahal, metode itu penting diutamakan untuk mencegah penularan covid-19 di pesta demokrasi saat ini.

"Sejauh ini surat tanda terima pemberitahuan (STTP) Kampanye yang diterima KPU Lamsel belum ada yang berkampanye dengan metode daring. Selama berlangsungnya tahapan kampanye, para paslon masih menggunakan metode kampanye dengan tatap muka," kata dia, Senin, 2 November 2020.

Mislamudin mengatakan, di tengah pandemi virus covid-19 pihaknya mengimbau para paslon untuk dapat menerapkan kampanye dengan metode daring. Sebab, metode ini salah satu untuk mencegah penularan virus covid-19 selama kontestasi Pilkada Lamsel 2020.

"Kampanye dengan metode daring ini sudah diatur dalam Peraturan KPU nomor 13 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19," kata dia.

Sementara itu, Liaison Officcer (LO) Paslon Hipni-Melin Haryani Wiajaya, Jauhari mengatakan pihaknya telah berencana akan melakukan kampanye melalui daring. Namun, pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu ke KPU mekanisme pelaksanaannya.

"Memang kami sudah berencana akan melakukan kampanye daring. Soalnya, kampanye daring ini sangat baik untuk mencegah penularan Covid-19. Tapi, kami tidak mau gegabah. Kami mau konsultasi dulu, kampaye daring itu seperti apa yang diperbolehkan," kata dia.

Hal senada diungkapkan, LO Paslon TEC-Antoni Imam, Alan Muhar mengatakan kampanye daring hingga saat ini belum berjalan, namun pihaknya telah berencana akan melaksanakan kampanye daring dalam waktu dekat ini.

"Hingga saat ini belum berjalan kampanye melalui daring. Tapi, kami sudah menggodok di media center koalisi pelaksanaan kampanye daring dalam waktu dekat," kata dia.

Sedangkan, LO Paslon Nanang Ermanto - Pandu Kusuma Dewangsa, Edi Setiawan mengatakan hingga saat ini belum paslon dengan nomor urut 01 belum melakukan kampanye melalui daring. Sebab, ia menilai metode itu tidak efektif untuk dilaksanakan.

"Kami enggak ada. Kampanye daring enggak efektif untuk dilaksanakan. Konstituen lebih menyukai bertatap muka langsung dan mendengarkan program yang ditawarkan paslon kami," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar