#sengketatanah

Kalah di MA, Tergugat Sengketa Tanah Palsukan Putusan Kasasi

( kata)
Kalah di MA, Tergugat Sengketa Tanah Palsukan Putusan Kasasi
Pengadilan Negeri Tanjungkarang melakukan pencocokan objek tanah (konstatering) di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, Kamis, 18 Agustus 2022. Istimewa


Bandar Lampung -- Pengadilan Negeri Tanjungkarang melakukan pencocokan objek tanah (konstatering) di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, Kamis, 18 Agustus 2022.

Langkah itu berdasarkan tindak lanjut gugatan perdata dengan nomor perkara 259/Pdt.G/2019/PN Tjk 2019 nama penggugat Sumarda dan Wahyu Agus Fediawan, serta tergugat Dewi.

Atas gugatan itu, PN melakukan mencocokkan seluruh objek di lahan seluas 4.980 meter mulai dari luas hingga batas-batas yang ditentukan. 

Kuasa Hukum penggugat, Indah Meylan, mengatakan konstatering itu menindaklanjuti dikabulkannya permohonan gugatan perkara tersebut. 

"Kami menang di PN, Pengadilan Tinggi, hingga Mahkamah Agung. Setelah itu masuk dalam tahap eksekusi," kata Indah. 

Menurutnya, hasil konstatering itu masih masih menunggu penelitian pihak ATR/BPN guna dasar eksekusi. Namun, dalam proses itu ditemukan fakta beberapa kejanggalan, seperti adanya penyewaan yang dilakukan oknum terhadap lahan tersebut. 

"Dari proses itu terlihat bahwa klien kami yang bikin tembok dan ini tanah hamparan. Tapi, ternyata ada beberapa yang berubah dan diganti, hingga disewakan sepihak,” ujar dia.

Untuk itu, pihaknya melaporkan hal tersebut terkait pemalsuan isi putusan Mahkamah Agung yang menyebut tergugat menang. Padahal, tergugat dinyatakan kalah. Selain itu, dia melaporkannya juga terkait penyerobotan tanah ke Polresta Bandar Lampung.

"Seolah-olah putusan kasasi Mahkamah Agung mereka menang, padahal kami yang menang," ujar dia. 

Laporan itu pun saat ini tengah dalam penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. “Dari pemalsuan itu mereka mengambil keuntungan dengan menyewakan tanah dan dibuktikan kuitansi. Jadi unsurnya jelas," katanya. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar