#demokrasi#osis

Kala Demokrasi Dikenalkan di Sekolah

( kata)
Kala Demokrasi Dikenalkan di Sekolah
Caption; Siswa SMPN 6 Kotabumi, kelas 7 dan 8 duduk di pelataran sekolah mengikuti latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS masa bakti  2019 s/d 2020, di pandu guru kelas, Selasa (17-12-2019). LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi (Lampost.co) -- Pagi itu waktu menunjuk pukul 08.30 WIB, sekumpulan siswa SMPN 6 Kotabumi, kelas 7 dan 8 terlihat duduk di pelataran sekolah. Mereka  mengikuti latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS masa bakti  2019-2020, Selasa, 17 Desember 2019.

"Sebelum LDK di gelar kak, ada 80 siswa kelas 7 dan 8, di pilih untuk menjadi pengurus OSIS. Dari jumlah tersebut, di pilih 23 siswa berdasarkan suara terbanyak untuk menempati posisi pengurus  dan mereka itulah yang saat ini mengikuti LDK," kata Dimas salah satu peserta LDK.

Setelah usai LDK di gelar pada hari ini,  kata dia, Januari 2020, akan di gelar pemilihan ketua OSIS baru. "Dari 23 pengurus OSIS tersebut, nanti akan ditetapkan tiga kandidat untuk menjadi ketua OSIS dan mereka akan menyampaikan visinya pada para siswa untuk mendapatkan simpatik suara terbanyak" kata dia kembali.

Di lokasi, Kepala Sekolah (Kepsek), SMPN 6 Kotabumi, Sumari, menuturkan pemilihan ketua OSIS SMPN 6 Kotabumi ini menggunakan sistem pemungutan suara yang dilakukan siswa kelas 7 dan 8 dengan simulasi serta tata cara dan logistik seperti yang dilakukan komisi pemilihan umum (KPU).

Setiap kandidat, akan menyampaikan visi dan misinya untuk menjelaskan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa kepemimpinan pada para siswa untuk menarik simpatik mereka. "Pemilihan ketua OSIS yang dilakukan siswa menggunakan sistem pencoblosan dan ini adalah wujud nyata pendidikan demokrasi yang dilakukan sejak dini" tuturnya.

Dalam prosesi pelaksanaan, seluruh siswa kelas 7 dan 8 nanti akan masuk daftar pemilih tetap (DPT) dan di beri undangan C6 untuk pelaksanaan pemungutan suara oleh panitia pemilu. Mereka akan melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) yang ditetapkan disaksikan calon ketua dan saksi-saksi dari petugas (panitia).

"Pemahaman pemilu mesti ditanamkan sejak dini supaya siswa mengetahui prinsip memilih wakil rakyat serta pemimpin mereka yang mesti di pilih dengan nurani tanpa adanya paksaan dan itulah namanya demokrasi" tuturnya lirih.

 

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar