kakekcabul

Kakek Pencabul Cucu Divonis 6 Tahun Penjara

( kata)
Kakek Pencabul Cucu Divonis 6 Tahun Penjara
Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis terdakwa Kasit (56) warga Jalan H. Agus Salim, Tanjungkarang Pusat Bandar Lampung dengan pidana penjara selama 6 tahun lantaran melakukan tindak pidana pencabulan terhadap cucunya berinisial AI (9), Senin 12 Oktober 2020 di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Dalam sidang online, terdakwa kata Hakim Raden Ayu Rizkiyati, terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 81 Ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi UU.

Selain pidana penjara lanjut hakim, terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Menurut Hakim, terdakwa dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

" Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun serta denda Rp500 juta, jika tidak mampu membayar diganti pidana penjara selama 3 bulan," kata hakim Raden Ayu.

Vonis majelis hakim lebih rendah satu tahun dari tuntutan jaksa, dimana dalam sidang sebelumnya terdawak dituntut 7 tahun serta denda Rp500 juta subsider 3 bulan penjara.

Perbuatan terdakwa berawal pada 6 April 2020 sekitar pukul 10.00 Wib, saat itu terdakwa duduk diruang tamu rumah korban tidak lama korban datang membawa buku gambar, saat itu terdakwa memanggil korban dan langsung memeluknya sembari berkata cucu sayang udah gede ya dan langsung menurunkan celana korban.

Selanjutnya membuka celana yang ia kenakan, pada saat itu terdakwa melakukan pencabulan. Usai melakukan perbuatan cabul, terdakwa memberi uang Rp7000 rupiah kepada korban sembari  berkata "jangan kasih tahu siapa-siapa ya" kata majelis membacakan putusanya.

Bahwa dari hasil visum ET repertum Nomor Rekap Medik : 62.90.17 tanggal 9 April 2020 ditemukan luka robek baru pada selaput darah akibat kekerasan benda tumpul, tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan lain pada anggota tubuh lain.

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 Ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi UU.

Yogi Saputra dan Dahlan selaku Penasehat Hukum Pos Bantuan Hukum PBH Peradi pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang yang mendampingi terdakwa mengatakan, terdakwa usai majelis hakim membacakan putusan langsung menyatakan terima.

" Kami tanyakan kepada terdakwa dalam sidang virtual tadi apakah akan melakukan upaya hukum banding, pikir-pikir atau terima, terdakwa langsung menyatakan terima. Sekali pun dia ingin melakukan upaya hukum banding kami siap mendampingi, karena kami yakin dari keterangan saksi si kakek ini tidak memasuk kan kemaluannya seprti yang didakwakan," kata Yogi.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar