#KORUPSI#BERITALAMPUNG

Kajati Lampung Lacak Orang yang Sembunyikan Satono

( kata)
Kajati Lampung Lacak Orang yang Sembunyikan Satono
Salah satu aset milik Satono dan Alay yang sudah dieksekusi kejari Bandar Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Heffinur terus melacak orang-orang yang berada dibalik persembunyian Satono selama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) sekitar 9 tahun.

"Saya perintahkan Kajari Bandar Lampung untuk mencari sedetail-detailnya. Mungkin ada pihak yang menyembunyikannya," katanya, Kamis, 22 Juli 2021.

Terkait uang pengganti sebesar Rp10,58 miliar, Kajati menyatakan secara keperdataan akan dibebankan ke keluarganya untuk mengganti kerugian negara.

“Kami cari siapa yang bertanggung jawab (ganti kerugian negara)," ujarnya.

Baca juga :Jaksa Siapkan Strategi Baru Kejar Aset Mendiang Satono

Menurutnya, korps Adhyaksa telah memburu Satono hingga beberapa daerah. Mulai Lampung, Palembang, hingga DKI Jakarta. Sosialisasi Satono selaku DPO dan buronan lainnya juga sudah dilakukan sejak dahulu melalui berbagai media.

"Yang terbaru, semua DPO kami pasang di videotron (depan Kantor Kejati). Jadi, masyarakat bisa lihat, dan jadi sanski sosial," kata Heffinur.

Baca juga :Tim Pemburu Harta Satono dan Alay Terdahulu Dirombak

Namun, semua upaya perburuan terhadap Satono itu tidak ada hasilnya hingga ia dinyatakan meninggal pada 12 Juli 2021 di Jakarta. Satono dikabarkan tiba di rumah kakaknya Rahmat Palal, di Dusun II, Desa Pekalongan, Kecamatan Pekalongan, pada 12 Juli 2021 pukul 13.56 WIB.

Jenazah Satono dari Jakarta dibawa melalui jalan darat menggunakan mobil pribadi Mistsubishi Expander warna abu-abu dengan nopol BE 1692 YL. Jenazah Satono tidak dibawa dengan ambulans meski saat itu Jakarta memberlakukan PPKM Darurat.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar