#reuniakbar#unila#humaniora#beritatubaba

KAFE Unila Reuni Akbar di Tubaba

( kata)
KAFE Unila Reuni Akbar di Tubaba
Bupati Tubaba Umar Ahmad saat menjelaskan proses pembangunan kompleks Kota Budaya Uluan Nughik kepada peseeta reuni akbar KAFE Unila di Tubaba, Kamis (16/1/2020). Lampost.co/Merwan

Panaragan (Lampost.co): Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi (KAFE) Universitas Lampung (Unila) lintas angkatan melakukan reuni akbar di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Kamis, 16 Januari 2020.

Kegiatan yang dihadiri 100 alumni tersebut disambut langsung Bupati Umar Ahmad dan Wakil Bupati Fauzi Hasan. Turut hadir dalam reuni tersebut mantan bupati Lampung Utara Heri Pasyah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila Nairobi dan sejumlah pensiunan pejabat provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam kegiatan tersebut selain melakukan ramah tamah di rumah dinas wakil bupati, para peserta juga diajak bupati mengelilingi ikon kabupaten yakni kompleks Islamic Center, Tugu Nago Besanding, kompleks Kota Budaya Uluan Nughik dan Rumah Badui serta Monumen Megow Pak.

Dalam kesempatan tersebut Umar Ahmad mengajak anggota KAFE Unila dapat turut berpatisipasi dalam pembangunan di kabupaten setempat.

"Sebagai kabupaten yang baru berusia 10 tahun, Tulangbawang Barat sedang membutuhkan sumbang saran dan pemikiran untuk menuju Tubaba yang maju. Saya mengajak KAFE Unila dapat ikut membangun Tubaba. Saya berterima kasih dan bangga banyak yg mau datang ke kabupaten ini," ujarnya.

Umar menjelaskan dalam melaksanakan pembangunan, masyarakat Tulangbawang Barat memegang prinsip nemen nedes nerimo (nenemo). Prinsip ini menjadi dasar untuk mewujudkan Tubaba ke depan.

"Saat ini Tulangbawang Barat belum bisa disebut Tubaba karena hasil pembangunannya belum seluruhnya terwujud. Dasar pembangunan yang dilakukan adalah menuju Tubaba pulang kemasa depan yakni dengan melaksanakan pembangunan berbasis budaya," kata dia.

Sementara itu, mantan bupati Lampung Utara, Heri Fasyah mengaku kagum dengan proses pembangunan di Bumi Ragem Sai Manggi Wawai. Pembangunan yang dilakukan tetap mengedepan nilai-nilai kebudayaan dan jarang dilakukan di kabupaten lain.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar