#kadis#lampura

Kadisporapar Lampura Dilaporkan ke Polisi

( kata)
Kadisporapar Lampura Dilaporkan ke Polisi
dok Lampost.co

Kotabumi (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dilaporkan ke polisi setempat, Rabu, 20 Mei 2020. Ia dilaporkan atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dialami oleh Sekretaris PDBI (Persatuan Drumband Indonesia) Lampura,dengan laporan bernomor : LP / 482 / B / V / 2020 / POLDA LAMPUNG / SPKT RES LU, pertanggal 20 Mei 2020.

Sekretaris PDBI Lampura Amin Syukri menjelaskan kejadian itu berawal saat ia diajak oleh staf dispora bersama Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kebudayaan untuk mengantarkan dokumen terkait kegiatan organisasi yang digelutinya ke Bandar Lampung.

Namun diperjalanan terjadi kejadian tidak menyenangkan tersebut, sampai ada ribut mulut dikediamannya karena didatangi oleh kepala dispora. Tidak teriam dengan perlakuan tersebut, ia  melapor ke Polres Lampura.

"Saya sudah melaporkan kepada  SPk Polres, namun petugas menyuruh saya langsung ke satreskrim untuk dimintai keterangan. Namun saat berada disana tidak ada yang dapat mengambil keterangan karena penyidik sedang berada diluar. Dan surat laporannya tidak saya terima, disuruh salah satunya untuk datang kembali BAP malam ini, "kata dia.

Mereka, kata dia, meminta untuk mengantarkan dokumen itu pagi hari. Kemudian ia menyanggupinya saat siang hari. Karena harus menemui koleganya yang ingin bertemu bada dzuhur.

"Awalnya saya itu disuruh oleh staf untuk mengantarkan bersama pagi hari ke Provinsi, karena memang mereka (Disporapar) adalah mitra kami. Sudah saya ambil, dan staf meminta mengantarkannya saat itulah. Saya bilang tidak bisa, dan bisanya siang. Kebetulan sudah ada janji dengan kawan untuk jalan bersama, mungkin karena saya punya kendaraan, "tambahnya petang.

Kemungkinan, menurutnya, hal itulah yang mendasari perbuatan dari oknum kepala dinas datang ke kediamannya dan melakukan hal tidak menyenangkan tersebut. Dia datang tanpa basa-basi, langsung menghardik dan mengeluarkan kata-kata kasar dan perbuatan tak menyenangkan lainnya.

Sampai mau main tangan, untung ada yang menghalang hingganya kejadian itu dilihat tetangga dan membuat seisi rumahnya menjadi syok.

"Saat itu saya suruh masuk, dia (oknum kadis) langsung memaki dan mengeluarkan kata-kata kasar. Tidak tahu alasannya apa, berkata tidak tahu dengan saya dan yang menjadi kebanggaannya . Sehingga saya dan keluarga mengalami syok mental, sampai tetangga sekitar menonton membuat malu sekampung, "terangnya.

 

Sehingga, lanjutnya, atas kejadian itu  dirinya merasa terzalimi seperti bawahannya yang dihardik sedemikian rupa oleh atasannya. Padahal tidak hubungan apa-apa, hanya sebatas mitra kerja dan selama ini tidak pernah ada kejadian demikian.

Saat dikonfirmasi kepada terlapor, Kadisporapar Lampura, Ilham Akbar menyangkal laporan itu. Menurutnya, apa yang terjadi tidak seperti diinformasikan, hanya sebatas masalah kedinasan dan disana hanya sebatas bahasa persuasif saja.

"Itu masalah kedinasan, jadi saya kesana untuk mempertanyakan kejelasannya. Betul nadanya tinggi tapi tidak ada pengancaman atau bahkan ada unsur main tangan disana. Makanya akan melihat kejelasannya seperti apa, sebab tadi sore informasi diterima belum ada laporannya saat ditanyakan kepada Polres, "tegasnya.

Dirinya mengaku saat ini masih akan mempelajari tindak lanjut laporan tersebut. Ia belum akan melakukan tindakan hukum lainnya, atas hal yang dilaporkan tersebut.

"Saat ini kita masih menunggu, seperti apa kelanjutan. Untuk memberikan laporan balik pencemaran nama baik, sebab tidak seperti yang dilaporkan itu. Jadi sekarang masih menunggu, "pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Lampura, AKP Mukhammad Hendrik Apriliyanto mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono membenarkan adanya laporan itu.

" Laporan telah kami terima, saat ini korban sedang dilakukan BAP. Guna menindaklajutinya, atas dugaan pemgancaan terhadap korban. Kasus ini, masih tahap penyelidikan, "ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar