#disdik#sekolah

Kadisdik Lamsel Bingung Ditanya Jumlah Sekolah

( kata)
Kadisdik Lamsel Bingung Ditanya Jumlah Sekolah
DPRD Lampung Selatan menggelar pembahasan Ranperda APBD tahun 2022 mulai Rabu - Jumat, 24 -26 November 2021, di Aula Rumdin Ketua DPRD Lamsel. Foto. Lampost.co/Juwantoro


Kalianda (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Yespi Cory kebingungan ketika ditanya Badan anggaran (Banggar) DPRD terkait data jumlah sekolah yang ada di Lampung Selatan.

Pertanyaan itu disampaikan Ketua DPRD Lampung Selatan, Hendry Rosadi dalam rapat pembahasan Rancangan peraturan daerah (Ranperda) APBD 2022 di Aula Rumdin Ketua DPRD Lamsel, Kamis, 25 November 2021.

Hendry menambahkan data jumlah sekolah itu untuk dijadikan database DPRD Lampung Selatan dalam penganggaran program pembangunan atau perbaikan sekolah agar dapat lebih terukur.

"Jadi, tolong dapat dijelaskan oleh Kepala Disdik Lampung Selatan dalam pembahasan Ranperda APBD Lamsel tahun 2022," ujar dia.

Mendapat pertanyaan itu, Yespi Cory tampak kebingungan dan berulang kali hanya menjelaskan jumlah sekolah yang rencananya bakal diperbaiki dan dibangun pada 2022 berdasarkan jumlah anggaran yang tersedia.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, Hendry Rosyadi langsung memotong penjelasan Kadisdik. Politisi PDI-P itu kembali menekankan pertanyaanya terkait jumlah sekolah yang ada, termasuk total sekolah yang rusak, dan berapa yang dicover Anggaran DAK 2022.

"Bukan itu pak. Yang kami tanyakan berapa jumlah sekolah di Lampung Selatan mulai dari PAUD-SD-SMP. Kita ingin tahu data secara rill dan kondisinya bagaimana. Supaya data ini bisa menjadi database kami, untuk menjadi rujukan dalam penganggaran perbaikan dan pembangunan kedepannya," tegas Hendry.

Tidak puas dengan jawaban Kadisdik Lampung Selatan Yespi Cory dalam rapat pembahasan Ranperda APBD tahun 2022, para wartawan akhirnya menanyakan secara langsung jawaban atas pertanyaan dari Ketua DPRD tersebut, usai pembahasan.

Yespi yang diwawancarai usai pembahasan menjelaskan, jumlah sekolah PAUD di Lampung Selatan sebanyak 659 sekolah, SD sebanyak 472 sekolah, dan SMP 62 sekolah.

Sementara, untuk jumlah sekolah yang mengalami kerusakan sebanyak 80 sekolah SD, dan SMP 18 sekolah. Lalu PAUD, ia mengaku tidak memiliki datan karena banyak tersebar di desa-desa.

Selain itu, untuk sekolah yang masuk rencana akan diperbaiki melalui DAK tahun 2022 dengan total anggaran mencapai Rp39,085 miliar antara lain PAUD 2 sekolah, SD 18 sekolah, dan SMP 8 sekolah.

"Jadi jenis perbaikan atau pembangunannya yakni ruang kelas baru, ruang komputer, perpustakaan dan sanitasi atau MCK," jelasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar