#oknumguru#pelakukekerasan

Kadis Pendidikan Panggil Oknum Guru Diduga Pelaku Kekerasan 

( kata)
Kadis Pendidikan Panggil Oknum Guru Diduga Pelaku Kekerasan 
Foto dok

 

Sukadana (Lampost.co): Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamtim, Yuliansyah, menegaskan, akan memanggil dan memintai keterangan oknum guru SMP N 1 Pekalongan  yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap  siswanya dan videonya sudah beredar di dunia maya.

Yuliansyah menegaskan hal itu Jumat, 27 September 2019 malam saat dihubungi via telephone seluler, menyikapi beredarnya video tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru di SMPN 1 Pekalongan.

Dijelaskan oleh Yuliansyah, sejak Kamis, 26 September 2019 sore dia bersama para kepala OPD di lingkungan Pemkab Lamtim sedang berada di Jakarta dalam rangka mengikuti kegiatan Pendampingan Penerapan SAKIP yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Saat sedang mengikuti kegiatan itu pada Jumat, 27 September 2019 kata Yulianysah, dia menerima laporan dari Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Dikbud Lamtim, Sukarwin, yang melaporkan adanya video yang viral didunia maya mengenai dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru dan diduga itu terjadi di salah satu SMP di Lamtim.

Mendapat laporan tersebut Yuliansyah kemudian langsung memerintahkan Sukarwin, untuk  menyelidiki  dan mencari tahu kebenaran video yang telah beredar didunia maya tersebut.

Kemudian sore harinya lanjut Yuliansyah, di kembali menerima laporan dari Sukarwain, yang menyebutkan bahwa dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap sejumlah siswa yang beredar di video itu benar terjadi di SMP N 1 Pekalongan. 

“Ya setelah diselidiki dan dicari tahu kebenarannya, a menerima laporan lagi bahwa dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap sejumlah siswa itu terjadi di SMPN 1 Pekalongan,” kata Yuliansyah.

Yuliansyah sendiri sangat menyesalkan terjadinya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh onum guru SMPN 1 Pekalongan itu terhadap sejumlah siswanya. Apalagi tindakan kekerasan itu diduga dilakukan  hingga menendang kepala siswa dengan kaki. 

Dugaan tindakan kekerasan sedemikian rupa kata Yuliansyah, benar-benar tidak pantas dilakukan oleh seorang guru yang notabene merupakan seorang pendidik yang harus digugu dan ditiru.

Kalaupun siswa yang bersangkutan telah melakukan kesalahan, semestinya dilakukan pembinaan bukan justru diberi hukuman dengan  tindakan kekerasan sedemikian rupa. 

“Apapun alasannya hal itu tak dibenarkan dan tidak pantas dilakukan oleh seorang guru. Kalau siswanya salah sebagai guru yang juga merupakan pendidik  maka lakukan teguran atau pembinaan, bukan malah diperlakukan seperti itu,” kata Yuliansyah.

Karenanya menyikapi kejadian itu tegas Yuliansyah, pihaknya akan memanggil dan memintai keterangan oknum guru yang bersangkutan pada Senin, 30 September 2019. 

Oknum guru tersebut dipanggil dan akan dimintai penjelasannya mengenai kronologis kejadian yang sebenarnya dan dugaan tindakan kekerasan yang telah dilakukannya.


“Oknum guru tersebut akan kami panggil Senin untuk dimintai keterangan mengenai kronologis kejadian sebenarnya dan dugaan tindakan kekerasan yang telah dilakukannya terhadap sejumlah siswa tersebut,” tegas Yuliansyah.

Sementara sebelumnya masyarakat Lamtim sempat terkejut dengan beredarnya video tindakan kekerasan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap sejumlah siswanya. Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum guru itu di duga terjadi di salah satu SMP di Lamtim.

Dalam Video berdurasi satu menit lima detik  yang berasal dari  Facebook Yuni Rusmini tersebut nampak sejumlah siswa duduk dilantai kelas.


Saat bersamaan seorang guru perempuan terlihat mendekati  mendekati siswa yang mengenakan batik dan celana hijau. Kemudian guru yang terlihat memegang pembersih debu terbuat dari bulu ayam itu menendang kepala siswa. Guru tersebut juga mengeluarkan ucapan bernada kesal kepada siswa. 

Djoni Hartawan Jaya

Berita Terkait

Komentar