#dbd#metro

Kadinkes Sebut 77 Kasus DBD pada Januari-Juli 2022 di Metro

( kata)
Kadinkes Sebut 77 Kasus DBD pada Januari-Juli 2022 di Metro
Ilustrasi diunduh Senin, 18 Juli 2022. (Foto:Istimewa)


Metro (Lampost.co) -- Sebanyak 77 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi pada awal Januari hingga Juli 2022 di Bumi Sai Wawai. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti. Dia mengatakan, serangan nyamuk DBD yang terjadi di Bumi Sai Wawai menyerang orang dewasa dan sebagian anak-anak. 

"Kasus DBD kali ini menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk jenis ini membawa virus yang dapat membuat manusia melemah," kata dia, melalui telepon, Senin, 18 Juli 2022.  

Erla menjelaskan pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk menanggulangi 77 kasus DBD tersebut agar tidak menyebar ke wilayah lain. 

"Kami lakukan pencegahan tindakan dan juga pengobatan terhadap orang yang sudah terserang DBD. Untuk upaya pencegahannya dapat berupa fogging (penyemprotan asap kimia), pemberian abate kepada warga dan juga sosialisasi melalui puskesmas serta kelurahan/kecamatan," ujarnya. 

Erla menyatakan nyamuk yang membawa virus DBD itu aktif menggigit orang ketika pagi hingga sore. Sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat untuk lebih mengetahui mengenai virus DBD tersebut.

"Nyamuk yang membawa virus DBD ini aktif ketika pagi hingga sore hari. Sehingga ketika seseorang terkena gigitan ia tidak sadar bahwa telah tergigit oleh nyamuk tersebut. Maka diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai virus DBD ini," ungkapnya. 

Baca juga: Pemkot Metro Imbau Sekolah Waspada Penyebaran Covid-19 dan Nyamuk DBD

Erla juga menjelaskan untuk pengasapan (fogging), Dinkes Metro melakukan tindakan tersebut apabila seseorang telah terjangkit DBD. Tindakan itu dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan asap kimia di rumah seseorang yang telah terjangkit DBD. Menurutnya, pengasapan tidak dapat dilakukan mandiri oleh masyarakat. Apabila ingin pengasapan mandiri, maka masyarakat perlu melakukan konsultasi kepada dinas kesehatan. 

Hal itu karena pengasapan harus melalui uji kimia agar herbisida yang digunakan sesuai dan tidak membahayakan bagi manusia.

"Untuk yang ingin melakukan fogging mandiri, maka perlu konsultasi dengan kami terlebih dahulu. Apabila cairan kimia yang digunakan sudah sesuai dan ditemukan jentik nyamuk di rumahnya, maka diperbolehkan melakukan fogging mandiri," ujarnya.
 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar