#LIMBAHMEDIS#TPABAKUNG#BERITALAMPUNG

Kadinkes Bohong soal Pemberian Surat Peringatan ke RS Urip Sumoharjo

( kata)
Kadinkes Bohong soal Pemberian Surat Peringatan ke RS Urip Sumoharjo
 Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli, bohong soal pemberian surat peringatan terhadap pihak Rumah Sakit Urip Sumoharjo (RSUS). Ia mengakui belum memberikan surat peringatan soal limbah medis ke pihak RSUS. Padahal, sebelumnya Edwin mengatakan pihaknya telah melayangkan surat peringatan bagi RSUS dan melakukan sidak langsung. Faktanya, surat peringatan tersebut belum diberikan hingga kini.

“Surat peringatan belum ada, tapi staf saya (Ajib Jayadi) sudah koordinasi melalui telepon dengan Mira (Kabag Kesling RSUS),” ujarnya di ruang kerja, Selasa, 23 Februari 2021.

Staf yang ia maksudkan yaitu Kasi Kesling Dinkes Kota Bandar Lampung, Ajib Jayadi yang telah berkunjung ke RSUS sebelum penemuan limbah medis di TPA Bakung.

“Kami koordinasi dengan tenaga kesling RSUS melalui sambungan telepon, tapi sebelumnya tanggal 20 Januari kami sudah melakukan pengecekan tempat penyimpanan sementara limbah B3 dan juga salutan IPAL. Semua baik dan sesuai SOP yang ada,” kata dia.

Di tengah pertanyaan Lampost.co kepada Kadinkes, Ia menerima telepon dari dr. Taufik yang ternyata menjabat sebagai Direktur sementara RSUS. 

Edwin dengan sadar memperbesar volume pengeras suara (loudspeaker) agar seluruh peserta yang ada di ruangan ikut mendengarkan percakapan tersebut. Sembari tertawa, Edwin mengatakan kepada dr. Taufik bahwa pihaknya tidak mungkin menutup rumah sakit sebesar Urip Sumoharjo.

“Saya bilang kalau mau kasih hukuman mana saya tahu. Masak kami mau menutup rumah sakit sebesar itu gara-gara hal yang nggak jelas,” ujar Edwin. 

Dalam percakapan telepon itu, terdengar permintaan dr. Taufik untuk memberikan klarifikasi atas pernyataan Kadinkes yang berkata bahwa pihak RSUS tidak akan mengulangi membuang limbah medis ke TPA Bakung.

“Ini kan ada berita di koran katanya kami mengakui, tolong ya Pak,” ujarnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar