#Covid-19lampung#BERITABANDARLAMPUNG

Kadinkes Bandar Lampung Akui Kecolongan Data Vaksinasi 

( kata)
Kadinkes Bandar Lampung Akui Kecolongan Data Vaksinasi 
Ilustrasi vaksin Covid-19 - Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli mengaku kecolongan atas data vaksinasi yang dilaksanakan di salah satu mal di wilayahnya.

“Sebenarnya iya kecolongan tapi itu kan tanggungjawab banyak pihak, mulai dari kepala puskesmas dan dokter-dokter yang harusnya tahu,” kata dia melalui telepon, Selasa, 22 Juni 2021. 

Menurut Edwin, vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah kota sendiri diperuntukan khusus bagi warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Bandar Lampung. Namun, pada kegiatan penyuntikan vaksin di lantai tiga salah satu mal itu banyak warga yang tidak memiliki KTP beralamatkan Bandar Lampung. 

"Ke depan, kami akan lebih selektif lagi, untuk pelaksanaan vaksinasi kami dahulukan warga Bandar Lampung," ujar Edwin. 

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung, Eko Budi Sulistio, menyayangkan adanya keteledoran yang dilakukan oleh seorang pejabat publik di wilayah pemkot Bandar Lampung.

“Seorang pejabat publik tentu berbeda dengan lembaga lain seperti LSM atau masyarakat umum. Data-data atau statemen yang dikeluarkan oleh pejabat publik itu harusnya sudah dikonfirmasi kebenarannya,” kata dia.

Eko mengatakan pernyataan Edwin Rusli mengenai masuknya mutasi Covid-19 varian Delta ke Provinsi Lampung dapat menyebabkan kegaduhan. Namun, juga bisa memberikan efek baik agar warga lebih waspada.

“Lalu pernyataan pejabat publik yang tidak benar itu akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Ini akan menimbulkan banyak dampak seperti sosial, politik, dan ekonomi,” ujarnya.

Baca juga : Orang dengan Gangguan Jiwa bakal Didata untuk Vaksinasi Covid-19

Eko yang juga mengajar sebagai Dosen Administrasi Negara di Unila itu berharap ke depannya tak hanya Edwin Rusli tapi juga pejabat publik lainnya lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada media.

“Bagi pejabat publik yang ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat harus dikonfirmasi dan diyakini bahwa 100 persen informasinya tidak salah. Jangan terpengaruh dengan gaya media sosial,” ujarnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar