#alihfungsitanaman#petani#kadin

Kadin Berharap Petani Lebih Mandiri dengan Inovasi dan Kreativitas

( kata)
Kadin Berharap Petani Lebih Mandiri dengan Inovasi dan Kreativitas
Ilustrasi.Dok.Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Langkah petani yang mengubah fungsi lahannya dengan menanam tanaman palawija dinilai sebagai langkah yang tepat dan sangat inovatif di tengah terpuruknya harga karet. Petani harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan lahannya.

"Bagi kami, para pelaku usaha, langkah petani sudah benar melakukan strategi seperti itu (taman palawija). Sebab, harga yang stabil adalah palawija atau sayur mayur. Sedangkan karet saat ini harganya sangat membebani para petani," kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Lampung Yuria Putra Tubara kepada Lampost.co, Minggu, 5 Juli 2020.

Dia menyatakan kebutuhan manusia menjadi jawaban dari langkah yang diambil para petani. Sebab, penanaman palawija dapat memberikan keuntungan karena harganya stabil.

"Harga karet enggak ada kejelasan ada naik dan turun, tapi kalau palawija ini stabil dan dapat digunakan sendiri oleh para petani. Jadi kehidupan sehari-hari bisa terjamin dengan arti ada tungguan yang bisa dikonsumsi," ujarnya.

Menurut dia, petani harus mandiri, jangan bergantung siapa pun. Sebab, saat ini ekonomi pun sedang sulit sehingga petani harus inovatif dan kreatif untuk memutar otak mengembangkan pertanian jika tanaman yang diandalkan sedang tidak wajar harganya.

Dia mencontohkan pengusaha di bidang perkebunan atau pertanian, tidak hanya bermain di satu komoditas karena mempunyai modal. Jadi jika satu turun, pengusaha bisa beralih ke yang lain. Berbeda dengan petani yang tidak ada modal.

"Pengusaha mah mudah, jika tidak bisa bermain di situ, akan pindah produk. Jadi sebenarnya pengusaha tidak kesulitan, yang sekarang jadi fokus adalah para petani," kata dia.

Dia menambahkan pemerintah daerah diharapkan dapat berfokus memikirkan nasib petani Lampung. Apalagi, di masa sulit seperti saat ini, orang terbawah yang harus mendapatkan perhatian lebih.

"Saya kurang paham, apakah ada bantuan atau dana sebagainya untuk petani dari pemerintah. Yang jelas jika memang memiliki anggaran jangan ditahan, sebaiknya langsung diberikan ke petani," katanya.

Dia juga berpesan agar petani harus mandiri, jangan berharap dengan siapa pun. "Apa yang dilakukan harus dengan inovasi serta kreativitas dan penanaman palawija adalah jawaban yang tepat atas keterpurukan ini," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar