#korupsi#danadesa

Kades Way Melan Kotabumi Didakwa Rugikan Negara Rp174 Juta

( kata)
Kades Way Melan Kotabumi Didakwa Rugikan Negara Rp174 Juta
Kepala Desa (Kades) Way Melan, Kotabumi, Lampung Utara, Riandes Kurniawan (37), menjalani sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 27 Oktober 2021. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Desa (Kades) Way Melan, Kotabumi, Lampung Utara, Riandes Kurniawan (37), menjalani sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 27 Oktober 2021.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hardiansyah mengatakan, Riandes didakwa pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Dalam perkara tersebut terdakwa tidak mempergunakan APBDes tahun anggaran 2018 sebagaimana mestinya. JPU memaparkan, pada 6  Agustus 2021, Riandes membuat pernyataan di atas materai, jika sampai 31 Agustus 2019, semua pembangunan tahun 2017/2018 tidak selesai ia siap diberhentikan sebagai Kepala Desa Way Melan.

Kemudian pada 18 November 2019 Plt Bupati Lampung Utara melalui Keputusan Bupati Lampung Utara Nomor: B/349/25-LU/HK/2019 memberhentikan terdakwa sebagai Kades.

"Terdakwa selaku Kepala Desa tidak memperdayakan perangkat desa dan mengelola sendiri anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD)," ujarnya.

Selain itu terdakwa juga tidak membentuk Pelaksana Teknis Pengelola Keuangan Desa (PTKPKD); tidak membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran DD dan ADD.

"Pada saat penarikan DD dan ADD terdakwa langsung meminta anggaran dari bendahara, dan menguasai serta menggunakan dana DD dan ADD tersebut," ujar JPU membacakan dakwaan.

Lanjut JPU, terdakwa melaksanakan beberapa kegiatan desa seperti pembinaan kerukunan umat beragama, hingga operasional desa yang nilai rilnya Rp82,1 juta, namun dilaporkan sebanyak Rp123,5 juta.

Selain itu, Riandes membuat kegiatan fiktif seperti lomba PKK, MTQ, operasional petugas, penyusunan pelaporan hingga pajak yang tidak disetorkan. Nilai keseluruhannya mencapai Rp27,3 juta. Ia juga menggunakan ADD Rp86,8 juta untuk kepentingan pribadi seperti membayar hutang, membeli ponsel, berobat, dan bersalin istri, hingga menebus motor yang digadaikan.

Terdakwa juga mengerjakan pembangunan sumur bor dan talut, yang dikurangi speknya sehingga terdapat kerugian negara Rp19,5 juta.

"Akibat perbuatan Terdakwa dalam pelaksanaan kegiatan APBDes Desa Way Melan tahun anggaran 2018 ditemukan nilai kerugian keuangan negara sebesar Rp174.890.203. Sesuai dengan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara," paparnya.

Usai pembacaan dakwaan, sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Sidang dilanjut pekan depan," kata Majelis Hakim Efiyanto.

Winarko







Berita Terkait



Komentar