#beritalampung#beritadaerah#lampung#kalianda

Kades Sabahbalau Pecat Puluhan Aparatur Desa

( kata)
Kades Sabahbalau Pecat Puluhan Aparatur Desa
Foto: Lampost.co/Sukisno

KALIANDA (Lampost.co) -- Kepala Desa Sabahbalau Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, memecat puluhan aparatur desa dari jabatannya. Hal itu diduga lantaran janji politik terhadap tim sukses pada saat Pilkades beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost. co, sebanyak 7 Kepala Dusun (Kadus), 43 Rukun Tetangga (RT), 15 Linmas, dan 6 Kepala Urusan (Kaur) dibebas tugaskan dari jabatannya.

Kepala dusun 2A Dumadi membenarkan adanya intruksi seluruh aparatur desa Sabahbalau dibebas tugaskan dari jabatannya oleh Kepala Desa. "Iya benar tadi malam pak Kades bilang seluruh aparatur desa di nonaktifkan secara lisan, sampai waktu yang tidak ditentukan dan tanpa memberikan alasan yang jelas," ujarnya kepada lampost.co, Kamis 10 Oktober 2019.

Dirinya menyayangkan keputusan Kades membebaskan tugaskan seluruh aparatur desa karena akan menggangu roda pemerintahan Desa Sabahbalau. "Saya bingung ini antara menuruti intruksi pak Kades atau tidak karena jadi beban kepada masyarakat karena biasanya warga bikin surat pengantar lewat RT dan Kadus," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kadus 3 A Muhtadi bahwa dirinya bersama rekan-rekannya sudah diberhentikan secara lisan oleh Kades Sabahbalau. "Semalam semua  aparatur desa tanpa terkecuali dirumahkan tidak boleh mengurusi urusan desa," ujarnya. 

Dia mengaku pemberhentian aparatur desa itu dilakukan sepihak. Bahkan, ia mengaku pemberhentian tersebut didasari dugaan adanya janji politik terhadap tim suksesnya saat Pilkades beberapa waktu yang lalu. 

Dirinya menambahkan kabar akan ada resuffle besar-besaran sudah santer terdengar bahkan nama-nama aparatur desa yang baru sudah tersebar dimasyarakat. "Seharusnya ada mekanismenya dong, bukan main pecat saja, sangat otoriter," ujar dia. 

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Sabahbalau Firman Eka Putra menyayangkan keputusan Kades yang merumahkan semua aparatur desa secara sepihak. "Saya tidak tahu kabar ini, coba cek di balai desa masih ada aktifitas enggak," ujarnya. 

Terpisah Kepala Desa Sabahbalau Pujianto mengatakan, pemberhentian seluruh aparatur desa adalah hak prerogatif dirinya. Disamping itu, dirinya ingin pemerintahannya ada regenerasi. "Seluruhnya kita rumahkan dan semuanya setuju dan ikhlas. Ini sifatnya hanya sementara karena nanti ada yang baru," ujar Pujianto saat ditemui lampost.co di ruang kerjanya. 

Dirinya menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan aparatur desa yang baru semuanya atas persetujuan dirinya dan tidak ada pemilihan Kadus di lingkungan masing-masing. "Semua saya tunjuk karena itu hak preogatif saya sebagai Kades dan itu sudah diatur undang-undang," ujarnya.

Sukisno

Berita Terkait

Komentar