#danadesa#beritalampung

Kades Pematangbaru Diberhentikan Sementara

( kata)
Kades Pematangbaru Diberhentikan Sementara
Pemberhentian Kades. Ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memberikan sanksi kepada Kepala Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas, Yunias Suratijo, berupa pemberhentian sementara. Keputusan itu atas dugaan penyelewengan anggaran alokasi dana desa 2020.

Terlebih, keberadaan Yunias Suratijo hingga kini masih menghilang dan belum pernah masuk kerja. Ditambah, insentif perangkat desa dan lainnya belum disalurkan.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lampung Selatan, Dicky Yuricky, menjelaskan putusan pemberhentian sementara itu tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari Bupati Lampung Selatan yang diprediksi akan keluar beberapa hari ke depan.

Dicky mengatakan sanksi tersebut menjadi salah kesempatan bagi Kades untuk menyelesaikan dugaan penyelewengan anggaran dana desa 2020, berupa insentif perangkat desa, BPD, RT, Kader Posyandu, Kader BKR, Kader BKB, Kader BKL, PIK-R, UPPKS, Linmas, guru ngaji dan guru PAUD, serta dana bagi hasil dan bedah rumah.

Sanksi itu juga bisa naik statusnya menjadi pemberhentian jabatan selamanya. “Lihat nanti perkembangannya, karena persoalan ini masih berproses, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam kasus ini,” kata dia.

Plt Inspektur Inspektorat Lamsel, Edy Firnandi, mengatakan keputusan itu diberikan karena belum ada itikad baik dari kades tersebut. "SK pemberhentian sementara segera keluar," kata dia.

Terpisah, Sekretaris Desa Pematangbaru, Eva Riana, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu SK pemberhentian sementara Kades Yunias Suratijo. Selama pemberhentian sementara, jabatan Kades akan digantikannya sebagai pelaksana harian (Plh).

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar