#jalan#infrastruktur

Kades Mekarmulya Ultimatum Pemeliharaan Rutin Jalan Harus Berkualitas

( kata)
Kades Mekarmulya Ultimatum Pemeliharaan Rutin Jalan Harus Berkualitas
Ruas jalan Desa Palaspasemah-Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang bakal diperbaiki tahun ini, Sabtu 11 Juni 2022. Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, memberi ultimatum proyek pemeliharaan berkala ruas jalan Desa Palaspasemah-Mekarmulya harus berkualitas. Pasalnya, ruas jalan antardesa itu akses vital bagi warga setempat.


Ultimatum tersebut diberikan setelah adanya temuan material batu ukuran 3:5 penuh campuran tanah. Sehingga, Pengawas PUPR Kecamatan Palas protes karena tidak layak untuk pengaspalan.

Hal itu diungkapkan, Kepala Desa Mekarmulya, Nur Cahyanto saat dihubungi Lampost.co, Sabtu, 11 Juni 2022. Dia mengaku pihaknya mengharapkan proyek pemeliharaan berkala ruas jalan Desa Palaspasemah-Mekarmulya sesuai perencanaan.

"Proyek itu tentunya sudah melalui perencanaan yang matang dengan harapan menghasilkan yang berkualitas. Jadi, kami minta pihak kontraktor benar-benar mengerjakan sesuai RAB yang ada," kata dia.

Cahyanto mengaku ia bersama masyarakat meminta hasil dari proyek pemeliharaan berkala ruas jalan  tersebut dapat bertahan lama. Sehingga, masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat pembangunan daei Pemkab Lamsel.

"Jangan sampai nanti belum ada setahun, ruas jalan Desa Palaspasemah - Mekarmulya kembali rusak. Apalagi pengerjaan belum dimulai, sudah ada temuan material yang tidak layak," kata dia.

Dia mengaku pihaknya bersama masyarakat dan Pengawas PUPR Kecamatan Palas akan memantau secara langsung proses pengerjaan dari awal hingga selesai.

"Tentunya nanti, kami bersama masyarakat dan Pengawas PUPR akan pantau terus proses pengerjaannya. Sebab, kami sudah lama menantikan perbaikan ruas jalan itu," kata dia.

Sebelumnya, kegiatan pemeliharaan berkala Desa Palaspasemah-Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diprotes. Padahal pekerjaan tersebut belum dimulai. Kritikan itu akibat batu ukuran 3:5 untuk pengaspalan dinilai tidak layak.

Pengawas UPTD Penguji Kontruksi dan Bangunan (PKB) Kecamatan Palas-Way Panji, Dedi, mengatakan material batu tidak masuk spesifikasi. Sebab, material batu yang dikirim penuh campuran tanah.

"Material batunya bagus, tetapi dipenuhi tanah. Sehingga, kalau untuk pengaspalan tidak akan menyatu dengan aspal. Mumpung belum mulai saya protes untuk diganti," kata dia.

Winarko








Berita Terkait



Komentar