#beritalampung#beritalampungterkini#rekening#bukurekening

Kades di Palas Pertanyakan Dana Saldo Pembuatan Rekening Giro Tidak Bisa Diambil

( kata)
Kades di Palas Pertanyakan Dana Saldo Pembuatan Rekening Giro Tidak Bisa Diambil
Ilustrasi. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah kepala desa (kades) di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mempertanyakan dana saldo awal pembuatan rekening giro di BRI. Saldo tersebut sebagai syarat pembuatan rekening giro dalam penyaluran bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) pada 2020—2021.

Kades Tanjungsari, Jarwono, mengatakan pada 2020 dan 2021 setiap desa diwajibkan membuka rekening giro sebagai alat transaksi penyaluran BLT-DD. Adapun syarat pembuatan rekening giro itu wajib menyimpan saldo awal Rp1 juta per desa.

Baca juga: Pengurus BUMDes Mekarmulya Belum Laporkan Pertanggungjawaban

"Pada waktu itu penyaluran BLT-DD harus lewat BRI. Nah, saat buka rekening giro kami harus menyimpan saldo awal Rp1 juta. Pada waktu itu informasi dari bank, saldo itu bisa diambil ketika sudah selesai penyaluran BLT-DD," katanya, Minggu, 6 November 2022.

Pada tahun ini, kata Jarwono, setiap desa menyalurkan BLT-DD tidak melalui bank penyalur, tapi langsung ke masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM). "Beberapa hari yang lalu, perangkat kami sudah mencoba mempertanyakan ke BRI Unit Palas. Namun, setelah dikonfirmasi saldo itu tidak bisa diambil dengan alasan akan habis dengan sendirinya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pj. Kades Pematangbaru, Muslim Idrus. Ia mengaku saat membuka rekening giro ia menyetor dana Rp1 juta di BRI Palas Unit Palas. Pembuatan rekening giro itu untuk penyaluran BLT-DD.

"Saat itu ketika saya masih jabat pj. Kades Palaspasemah. Memang waktu itu setor dana Rp1 juta buat buka rekening giro untuk saldo awal," katanya.

Sementara itu, Kepala Bank BRI Unit Palas, Dimas Anzarudin mengaku belum mengetahui ada berapa desa yang membuat rekening giro. Sebab, pembuatan rekening giro itu di era kepemimpinan yang lama.

"Ya, dana itu bisa diambil desa. Namun, dana itu dapat diambil kades dan bendahara desa. Tapi, setahu saya pembuatan rekening itu hanya bisa di cabang," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar