#pelecehanseksual#asusila#pencabulan

Kades di Lamsel Divonis Bebas atas Kasus Pencabulan

( kata)
Kades di Lamsel Divonis Bebas atas Kasus Pencabulan
Mantan Kepala Desa Rawaselapan, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Bagus Adi Pamungkas (BAP) divonis bebas atas kasus pencabulan pada sidang Pengadilan Negeri Kalianda, Rabu, 22 Juni 2022. Lampost.co/Rustam E


Kalianda (Lampost.co) -- Mantan Kepala Desa Rawaselapan, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Bagus Adi Pamungkas (BAP) divonis bebas atas kasus pencabulan pada sidang Pengadilan Negeri Kalianda, Rabu, 22 Juni 2022.

Majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terdakwa kasus pencabulan terhadap korban RF (20) yang merupakan staf desa, usai 18 kali menjalani masa persidangan. Majelis hakim menyatakan dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan, unsur tindak pidana yang didakwakan tidak terbukti.

Baca juga: Oknum Kades di Candipuro Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

"Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan,” kata Ketua Majelis Hakim, Fitra Renaldo.

Sementara, kuasa hukum terdakwa BAP, Tarmizi mengatakan, dari empat dakwaan di persidangan tidak ada unsur-unsur yang terbukti di dalamnya.

"Fakta di persidangan pun mendukung, baik saksi ahli dan bukti-bukti lainnya bahwa terdakwa tidak melakukan perbuatan cabul sehingga dibebaskan," katanya pada lampost.co di halaman PN Kalianda.

Diketahui sebelumnya, oknum Kepala desa (Kades) di Lampung Selatan di wilayah Kecamatan Candipuro berinisial BAP, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban RF (20) yang tak lain merupakan staf desanya.

Aksi pelecehan seksual tersebut, diduga dilakukan oknum kades lebih dari lima kali yakni di Kantor Desa Rawa Selapan dan di dalam mobil ambulans desa.

Mencuatnya dugaan pelecehan seksual tersebut, setelah RF menceritakan kejadian yang dialaminya ke kerabatnya dan muncul pemberitaan di media. Saat itulah menjadi ramai perbincangan warga masyarakat desa Rawa Selapan, dan warga desa lainnya di Kecamatan Candipuro.

Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi nomor : LP/B-540/III/2021/ SPKT Polda Lampung. Dalam laporannya itu, korban melaporkan tentang peristiwa pidana UU No. 1 Tahun 1946 KUHP Pasal 289 KUHP..

Selain itu, dalam laporan itu diterangkan bahwa dari Juli 2020 hingga Februari 2021, korban RF diduga mengalami tindakan pelecehan seksual yang dilakukan terlapor oknum Kepala Desa (Kades) Rawa Selapan berinisial BAP di Kantor Desa Rawa Selapan dan dimobil ambulan desa.

Winarko






Berita Terkait



Komentar