#korupsi#pengadilan#kades

Kades Beringin Lampura Didakwa Rugikan Negara 105 Juta

( kata)
Kades Beringin Lampura Didakwa Rugikan Negara 105 Juta
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Desa Beringin, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara, Sawaludin (48), menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 18 November 2021.

Baca juga: Kades Beringin Segera Disidang Kasus Korupsi Anggaran Desa

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budiawan Utama mengatakan, Sawaludin didakwa Pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Pada tahun 2018 APBDes desa yang ia (terdakwa) pimpin sebesar Rp1,238 miliar dan digunakan untuk beberapa kegiatan fisik seperti pembangunan Pendopo, MCK, Gedung TPA, Drainase dan Rabat Beton. Karena bahan material dibeli sendri, sehingga terdapat kelebihan pembayaran Rp4,217 juta," kata JPU dalam persidangan.

Kemudian pembayaran pajak Rp14,76 juta juga tida disetorkan ke negara. Selanjutnya pada tahun 2019 APBDes Desa sebesar Rp1,39 miliar, dan terdapat pengerjaan beberapa proyek seperti TPA, Gorong-Gorong, dan jalan rabat beton juga terdapat kelebihan pembayaran material sebesar Rp8,9 juta, serta pajak yang tidak dibayarkan Rp78 juta.

"Perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian keuangan negara/daerah dalam hal ini Desa Beringin Rp105.819.286, sesuai dengan perhitungan ahli dari Inspektorat Kabupaten Lampung Utara sebagaimana tercantum dalam Laporan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Nomor: 700/613/13-LU/K/2021 Tanggal 31 Agustus 2021 yang dibuat dan ditandatangani oleh Tim Pemeriksa Inspektorat Kabupaten Lampung Utara," ujar JPU saat membacakan dakwaan.

Hingga saat ini, terdakwa belum sama sekali memulangkan kerugian negara. Usai persidangan, terdakwa tidak mengajukan eksepsi sehingga sidang selanjutnya dengan agenda keterangan saksi akan berlangsung pada 25 November 2021.

"Sidang ditunda pekan depan," kata Majelis Hakim Hendro Wicaksono.

Winarko







Berita Terkait



Komentar