#demamberdarah#dbd#beritalamtim#kesehatan#jumantik

Kader Jumantik di Lamtim Banyak Berperan Tanggulangi DBD

( kata)
Kader Jumantik di Lamtim Banyak Berperan Tanggulangi DBD
Pemantauan jentik nyamuk di tampungan air. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya

Sukadana (Lampost.co): Selain sejumlah upaya yang telah dilakukan dalam penanggulangan serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lamtim, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat juga menggerakkan para kader juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik).

“Para kader jumantik yang dibina oleh puskesmas di Lamtim saat ini sudah aktif bergerak membantu dalam menanggulangi serangan penyakit DBD,” kata Kepala Dinkes Lamtim, Nanang Salman Saleh, Kamis, 6 Januari 2020.

Dijelaskan oleh Nanang, dalam upaya penanggulangan serangan penyakit DBD pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi, pemantauan lapangan, hingga terjun langsung melakukan fogging atau pengasapan sarang nyamuk.

"Kami menyadari berbagai upaya itu masih kurang, maka sejak awal Dinkes Lamtim sudah meminta kepada seluruh puskesmas terutama di wilayah kecamatan endemis DBD seperti, Pekalongan, Batanghari, Purbolinggo, Way Jepara, Bandar Sribhawono, Raman Utara, Braja Selebah, dan lain-lain, agar merekrut sekaligus membina para kader Jumantik," kata dia.

Upaya tersebut, kata dia, kemudian membuahkan hasil dengan baik. Dimana para kader Jumantik yang telah direkrut dan dibina tersebut kini sudah banyak berperan membantu dalam penanggulangan serangan DBD. Bahkan melalui pembinaan yang dilakukan kini selain kader Jumantik, juga sudah mulai aktip bergerak satu rumah satu Jumantik.

“Sejauh ini para kader Jumantik yang direkrut dan dibina oleh puskesmas sudah banyak berperan membantu dalam penanggulangan serangan DBD melalui kegiatan yang mereka lakukan. Bahkan saat ini juga sudah mulai aktif bergerak satu rumah satu jumantik,” kata Nanang.

Ditambahkan juga oleh Nanang, pihaknya berharap melalui kerja para kader Jumantik tersebut nantinya sedikit banyak juga dapat membantu meningkatkan perkembangan pola pikir masyarakat agar peduli akan bahayanya serangan penyakit DBD.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar