#politik#pindahpartai

Kader Demokrat Pindah ke PAN Lampung

( kata)
Kader Demokrat Pindah ke PAN Lampung
Ahmad Handoko pindah ke PAN. (Foto:Dok.Lampost)


Bandar Lampung (Lampost.co) --DPD Demokrat Lampung kembali ditinggal kadernya. Kali ini sosok yang meninggalkan partai berlambang mercy tersebut, Ahmad Handoko.

Sosok yang berlatar belakang pengacara tersebut, sering terjun ketika partai berhadapan dengan hal yang berkaitan dengan hukum dan aturan kepartaian. Terutama, saat Pilkada 2019 lalu Ketika Demokrat mengajukan gugatan Pilgub Lampung. Handoko sendiri membenarkan hal tersebut, meski tak memaparkans secara spesifik alasan ia pindah partai. "Soal pilihan politik saja," ujar Handoko, Minggu, 12 Juni 2022.

Lawyer yang pernah mengabdi di LBH Bandar Lampung itu, mengaku akan pindah ke Partai besutan Zulkifli Hasan, yakni PAN. Ia sendiri dikabarkan berencana, maju sebagai Caleg DPR RI, khususnya di Dapil II Lampung. Soal kabar tersebut, Handoko belum mau mengaminkan dirinya akan berkontestasi.

"Insya Allah (maju caleg), kewenangan PAN mau jadiin saya caleg atau enggak," katanya.

DPD Demokrat Lampung menanggapi kepindahan Ahmad Handoko, yang pada kepengurusan Demokrat di bawah Pimpinan Edy Irawan Arief masuk ke Bidang Hukum.

Ketua Bidang Badan Komunikasi dan Strategi  Daerah (Bakomstrada) DPD Demokrat Lampung Deni Ribowo, mengatakan, partai telah menerima surat pengunduran diri Handoko.

"Kami berterimakasih atas Saudara Handoko, karena ia kader potensial, yang turut membesarkan partai selama 10 tahun, dan menumbuhkan junior baru di partai," kata Deni, Minggu,12 Juni 2022.

Deni menjelaskan  kepindahan Handoko merupakan pilihan individual dan pilihan politik, dan partai menghormati hal tersebut.
"Mudah-mudahan beliau bisa cepat beradaptasi di rumah barunya," kata Anggota DPRD Lampung itu.

Meski Handoko pindah, namun Demokrat Lampung merupakan partai besar dan pernah menjadi partai pemenang selama dua periode, sehingga partai tetap memiliki banyak kader potensial.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar