#pencabulan

Kabur 10 Bulan, Buronan Pencabulan ABG di Pringsewu Ditangkap

( kata)
Kabur 10 Bulan, Buronan Pencabulan ABG di Pringsewu Ditangkap
Seorang DPO 10 bulan kasus cabul berinisial S alias Imron di amankan tim tekab 308 Polsek Pardaauka, Selasa 11 Mei 2021. Dok


Pringsewu (Lampost.co) -- Tim Tekab 308 Polsek Pardasuka menangkap Imron (21), buronan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Selasa, 11 Mei 2021, malam.

Kapolsek Pardasuka AKP Lukman Hakim, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri menyatakan pelaku sempat dinyatakan DPO selama 10 bulan, sebelum ditangkap usai pulang dari persembunyiannya di Medan Sumatera Utara.

"Tersangka merupakan warga Dusun Kelom Way Kerap Pekon Suka Agung, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus," ungkapnya.

Kapolsek menjelaskan pelaku diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur berinisial NRF (15), warga Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Perbuatan pelaku dilakukan bersama ketiga rekannya yang sudah terlebih dahulu ditangkap, dan sedang menjalani proses peradilan di Lembaga Pemasyarakatan Kota Agung Tanggamus yakni HU (16), EJ (18), dan JS (19).

“Pelaku S alias Imron bersama ketiga rekanya secara bergantian telah melakukan pencabulan terhadap korban NRF di sebuah areal persawahan di pekon Sukorejo kecamatan Pardasuka pada Senin, 10 Agustus 2020 lalu. Saat ketiga temannya dilakukan penangkapan, pelaku Imron ini melarikan diri ke Medan,” ungkap kapolsek, Rabu, 12 Mei 2021.

Dia menjelaskan selama 10 bulan menjadi DPO, jajaran Polsek terus memantau keberadaan pelaku. Namun beberapa waktu lalu aparat mendapatkan informasi kalau tersangka sudah pulang ke rumah.

"Setelah dilakukan penyelidikan ternyata informasi itu benar dan akhirnya aparat menangkap di kediamanya," ujarnya.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan para tersangka, modus yang dilakukan pelaku diawali dengan memberi minuman keras oplosan kepada korban. Saat tidak sadarkan diri dan tidak berdaya para pelaku melakukan aksinya secara bergantian.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1), (2) dan atau pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintahan pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp5 miliar.

Winarko







Berita Terkait



Komentar