pajakminerba

Kabid BPPRD Lamsel Diduga Gelapkan Pajak Puluhan Perusahaan Tambang

( kata)
Kabid BPPRD Lamsel Diduga Gelapkan Pajak Puluhan Perusahaan Tambang
Tersangka dalam kasus penggelapan pajak mineral bukan logam (minerba) di Lampung Selatan saat akan dibawa ke Rutan Way Hui. Lampost.co/Febi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus penggelapan pajak mineral bukan logam (minerba). Salah satunya adalah YM, Kabid Penetapan Pendapatan Daerah, Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan.

Informasi yang dihimpun Lampost.co, tersangka YM diduga telah melakukan penggelapan pajak perusahaan pertambangan yang ada di Lampung Selatan sejak 2017 hingga 2019. Total ada 61 perusahan pertambangan dengan nilai mencapai Rp2 miliar.

Baca juga: Kejati Tahan Pejabat Lamsel Tersangka Korupsi Pajak Minerba

YM diketahui memiliki kewenangan untuk melakukan penarikan pajak ke perusahaan pertambangan, namun oleh tersangka tidak disetorkan ke dinas terkait.

Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan, dari hasil penyelidikan dan pengumpulan barang bukti serta mendengarkan keterangan saksi yang dipanggil, akhirnya menetapkan empat tersangka tiga diantaranya langsung ditahan di Rutan Way Huwi.

"Secara bersama-sama menagih pajak minerba dari pihak swasta dengan cara yang salah kemudian tidak menyetorkan ke dinas terkait. Perbuatan ini dilakukan sejak 2017," kata Andrie.

Tim Penyidik Kejati Lampung melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari di Rutan Way Hui. Pasal yang disangkakan pasal 2 dan pasal 3 UU tindak pidana korupsi.

Winarko







Berita Terkait



Komentar