korupsikoruptordinkeslampura

Kabid Bendahara Dinkes Lampura Disebut Dapat Fee 4% Korupsi Dana BOK

( kata)
Kabid Bendahara Dinkes Lampura Disebut Dapat Fee 4% Korupsi Dana BOK
Sidang lanjutan perkara korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Lampung Utara dengan terdakwa Maya Metissa kembali digelar. Febi


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang lanjutan perkara korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Lampung Utara dengan terdakwa Maya Metissa kembali digelar. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, terungkap nama-nama baru penerima potongan 10% dari dana yang bermasalah tersebut, Senin, 9 November 2020.

Dalam keterangan Maya Metissa menjelaskan, bahwa setidaknya ada dua nama selain dirinya yang menerima bantuan tersebut. Keduanya yakni Yustian Adinata selaku Kabid Bendahara Dinkes Lampura, dan Dani Pujiati selaku tim pengelolah BOK.

"Saya empat persen, lalu empat persennya dibagi ke Kabid Bendahara Yustian Adinata, dan Dani 2% tim pengelolah BOK kabupaten karena memang pengelolaanya pada saat itu ibu Dani yang mengelolanya," kata Maya Metissa dalam keterangannya.

Mendengar ucapan itu, tiga hakim Yakni Siti Insirah, Gustina Aryani, dan Zaini Basri berkomunikasi. Selanjutnya ketiga hakim sepakat untuk memanggil tiga saksi yang pernah dihadirkan, ketiga saksi itu Yustian Adinata, Dani Pujiati, dan Novrida Nunyai.

"Sidang selanjutnya kita hadirkan kembali tiga saksi untuk mengkonfrontir pernyataan dari terdakwa hari ini, ketiga saksi ini Yustian Adinata, Dani dan Novrida Nunyai, siap ya terdakwa," kata hakim.

Terdakwa pun menyatakan kesiapan atas pertanyaan hakim tersebut. "Ya siap yang mulia," kata terdakwa.

Winarko







Berita Terkait



Komentar