#viruskorona #pandemicovid-19

Kabar Baik, 12 Provinsi Minim Penambahan Kasus Covid-19

( kata)
Kabar Baik, 12 Provinsi Minim Penambahan Kasus Covid-19
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Penambahan jumlah kasus Covid-19 di 12 provinsi minim, bahkan dua provinsi di antaranya melaporkan tidak ada kasus baru.

"Ada 12 provinsi melaporkan kasus baru di bawah 10 dan dua provinsi nihil kasus baru hari ini," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020. 

Provinsi ini meliputi Jambi dengan sembilan kasus baru, Papua Barat dengan enam kasus baru, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara masing-masing empat kasus baru. Berikutnya Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Gorontalo masing-masing dua kasus baru.

Bangka Belitung, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan masing-masing satu kasus baru. "Provinsi yang nihil penambahan kasus baru adalah Bengkulu dan Maluku," ujarnya.

Provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi disumbang DKI Jakarta dengan 906 kasus meski melaporkan 1.162 kasus sembuh. Kemudian, Jawa Barat dengan 431 kasus baru, Jawa Timur dengan 296 kasus baru, dan Sumatera Barat dengan 269 kasus baru.

"Berikutnya Riau dengan 205 kasus baru dan 251 kasus sembuh," kata Wiku.

Provinsi yang minim penambahan kasus baru Covid-19 jarang mencapai belasan, jumlahnya berkisar lima sampai enam provinsi. Terakhir provinsi minim penambahan kasus dengan dua digit terjadi pada Minggu, 6 September 2020.

Berita terkait: Pasien Sembuh Melampaui Kasus Baru Covid-19

Pasien sembuh dari covid-19 di Indonesia bertambah 3.908 sehingga totalnya 317.672 orang. Kasus Covid-19 juga masih bertambah 3.222 menjadi 392.934 orang. Sedangkan kasus meninggal hari ini bertambah 112 menjadi 13.411 korban jiwa.

Presiden Joko Widodo menyebut kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih baik dari kasus aktif dunia. Tercatat, kasus aktif di Tanah Air per Minggu, 25 Oktober 2020 mencapai 16,48 persen.

"Jumlah 16,48 persen ini lebih rendah dari kasus aktif dunia yang mencapai 23,73 persen. Ini penting sekali untuk disampaikan ke publik," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2020.

Jokowi mengatakan rata-rata kesembuhan Indonesia juga mencatat tren positif 80,51 persen. Persentase itu lebih baik dibanding rata-rata kesembuhan dunia dengan 73,60 persen.

Rata-rata kematian Indonesia, kata Jokowi, turun menjadi 3,83 persen dari 3,41 persen. Namun, angka itu sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia yang 2,68 persen.

"Kerja keras yang telah kita lakukan betul-betul menghasilkan angka-angka yang saya sampaikan," ujar Kepala Negara.

Medcom







Berita Terkait



Komentar