jokowijurnalis

Jurnalis Senior Saur Hutabarat Dianugerahi Bintang Jasa Nararya

( kata)
Jurnalis Senior Saur Hutabarat Dianugerahi Bintang Jasa Nararya
Ketua Dewan Redaksi Media Group Saur M Hutabarat. Dok. Pribadi

JAKARTA (Lampost.co) -- Jurnalis senior Saur Hutabarat dianugerahi Bintang Jasa Nararya dari Presiden Joko Widodo atas sumbangsihnya dalam bidang jurnalistik. Mantan jurnalis Gantyo Koespradono dalam akun Facebook menuliskan testimoni mengenai sosok Ketua Dewan Redaksi Media Group tersebut.

"Saur Hutabarat dinilai berjasa karena telah mengabdikan dirinya di dunia kewartawanan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Lewat pikiran dan gagasan yang dituangkan dalam tulisan, Saur banyak memberikan kontribusi bagi negeri ini," tulis Gantyo, Kamis, 13 Agustus 2020.

Sebelum berkiprah di Media Indonesia, kata Gantyo, Saur pernah meniti karier sebagai jurnalis di Majalah Tempo. Setelah itu mendirikan Majalah Editor yang akhirnya dibredel.

"Saat Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, kami pernah bersama-sama di Media Center Jokowi-Jusuf Kalla. Saya ingat betul, Saur-lah yang menggagas pembukaan rekening buat Jokowi-JK guna memudahkan bagi para pendukung Jokowi berdonasi untuk biaya kampanye," ungkap Gantyo.

Setelah Jokowi terpilih menjadi presiden, lanjut dia, Saur tetap galak kepada pemerintahan Jokowi jika melihat ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat dan merugikan rakyat. Namun, Saur mengungkapkan kekritisan tidak dengan nyinyiran.

Saur, kata Gantyo, mengungkapkan suara keras antara lain setiap Rabu dalam acara Forum Diskusi Denpasar 12 yang diselenggarakan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.

Seperti saat membahas fenomena kekerasan seksual pada 5 Agustus 2020, Saur terang-terangan mengkritik pemerintah yang takut kepada mereka yang tak setuju RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dibahas DPR, dan disahkan menjadi undang-undang.

Lalu, saat membahas fenomena gangguan kejiwaan yang dialami masyarakat dalam masa pandemi covid-19 pada 12 Agustus 2020, kata Gantyo, Saur juga mengritik pemerintah yang selama ini salah pendekatan dalam menangani kasus covid-19.

"Dalam kasus pandemi virus tersebut, pemerintah, menurut Saur, selalu mengeluarkan solusi atau kebijakan dengan indikator 'apa yang dipikirkan rakyat', bukan 'apa yang dirasakan rakyat'" ungkap Gantyo.

Gantyo menambahkan, bagi Saur, pendekatan apa yang dipikirkan rakyat boleh jadi yang dipikirkan keliru. Tapi kalau apa yang dirasakan rakyat, pastinya tidak pernah keliru karena dampak pandemi benar-benar dirasakan rakyat amat menyakitkan.

"Sekali lagi, selamat buat Opung Saur. Tetaplah mengabdi kepada bangsa dan negara lewat pemikiran-pemikiran yang cemerlang. Kami bangga."
 

Winarko



Berita Terkait



Komentar