#haji#jurnalis#kemenag

Jurnalis Jadi Bagian Penting Penyelenggaraan Haji

( kata)
Jurnalis Jadi Bagian Penting Penyelenggaraan Haji
Kemenag memberikan pembekalan kepada petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 15 Juni 2022, malam.  Lampost.co/ Sobih AW Adnan


Jakarta (Lampost.co)-- Kementerian Agama (Kemenag) RI menyebut kesuksesan penyelenggaran haji 2022 bisa diraih berkat kerja sama semua pihak. Termasuk para wartawan yang turut ambil bagian sebagai petugas haji.


Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media, Wibowo Prasetyo mengatakan, petugas haji dari unsur jurnalis dapat mengedukasi jemaah melalui segala produk yang dihasilkan dari proses peliputan.

Edukasi itu menurutnya penting karena tidak semua jemaah mendapatkan pemahaman utuh tentang pelaksanaan ibadah haji.

“Saya berharap selalu sisipkan edukasi bagi jemaah di setiap pemberitaan,” ujar Wibowo, saat memberikan pembekalan kepada petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 15 Juni 2022, malam.

Baca Juga : 6 Pantangan Jemaah Haji 2022

Wibowo mencontohkan, para tamu Allah harus diedukasi untuk disiplin dalam menjalankan ibadah di tengah pandemi dan cuaca panas di Arab Saudi.

"Misalnya banyak minum sebelum haus. Artinya, jangan lupa untuk selalu minum air putih agar terhindar dari dehidrasi. Makan tepat waktu, juga selalu menaati seluruh aturan yang ada di Kerajaan Arab Saudi,” jelasnya.

Dengan edukasi lewat karya jurnalistik, informasi akan bisa dengan cepat sampai ke para jemaah. Selain itu, informasi tersebut juga akan dibaca keluarga jemaah di Indonesia yang ujungnya juga akan mengingatkan saudaranya yang sedang berhaji.

Dia menyebut, pelaksanaan ibadah haji kali ini memang membutuhkan usaha yang besar karena hanya memiliki waktu 37 hari bagi Kemenag untuk mempersiapkan segala keperluannya. 

“Sebagai pelayan dan petugas haji saya berharap bisa melakukan tugasnya dengan baik secara profesional. Melayani jemaah dengan pelayanan terbaik. Ini tugas mulia,” ujarnya.

Diketahui, Kemenag memberangkatkan petugas haji untuk tiga daerah kerja (Daker). Daker Jeddah dan Madinah bertugas sekitar 72 hari. Sedang Daker Makkah bertugas sekitar 62 hari.

Dian Wahyu K








Berita Terkait



Komentar