#jurnalis#penganiayaan

Jurnalis Alami Penganiayaan dan Kunci Motor Dirampas

( kata)
Jurnalis Alami Penganiayaan dan Kunci Motor Dirampas
Abud saat melapor ke Mapolresta Bandar Lampung terkait penganiayaan yang dialaminya. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang jurnalis surat kabar harian umum (SKHU) di Bandar Lampung bernama Agung Budiarto menjadi korban penganiayaan pada Senin sore, 19 Oktober 2020. Abud, sapaan akrabnya, melaporkan kejadian yang dialaminya ke SPKT Mapolresta Bandar Lampung pada Senin malam, dengan nomor laporan Nomor : LP/B/2273/X/2020/LPG/Resta Balam, tanggal 19 Oktober 2020.

Dua mata Abud terlihat merah serta lebam di beberapa bagian tangan akibat melindungi diri saat dipukuli pelaku. "Iya saya buat laporan," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung.

Abud memaparkan saat itu sedang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max dan melintas di Jalan Sultan Agung hendak menuju kantorrnya usai liputan.

"Kejadiannya itu waktu posisi jalan lagi macet karena ada pengerjaan flyover Sultan Agung. Tiba-tiba dari belakang ada satu pengendara sepeda motor Ninja warna hijau menarik gas berulang-ulang. Saya tanya kenapa, dia diam saja, jadi ya sudah sama-sama jalan terus," ujarnya.

Namun, kemudian terdapat pengendara Yamaha RX King BE-5061-JZ menyalip dan memepet sepeda motor miliknya dan berteriak sambil melontarkan cacian. Padahal, saat itu dia sudah menganggap tidak ada persoalan.

Dalam waktu hampir bersamaan, sepeda motor korban ditabrak dari belakang oleh pengendara sepeda motor Ninja yang sebelumnya. Abud kemudian langsung menghentikan sepeda motornya untuk meminta penjelasan alasan pengendara motor Ninja tersebut menabraknya.

Namun, pengendara RX King menghampiri korban sambil berkata, "Sok hebat kamu ini berhenti di tengah jalan."

Mendengar hal tersebut, Abud lantas menjelaskan selain dalam posisi macet, menghentikan motor lantaran ditabrak dibagian ban pengendara sepeda motor Ninja tersebut.

“Ya wajar kan saya nanya kenapa sampai menabrak?” katanya.

Saat itu, kata Abud, pengendara RX King masih berbicara dengan nada tinggi dan sempat terjadi adu mulut. Kemudian tiba-tiba satu orang yang dibonceng pengendara RX King itu melempar wajah korban dengan pasir sehingga masuk ke mata korban.

"Habis disiram pasir itu juga sempat terjadi beberapa kali pemukulan, terus sempat berhenti karena dilerai warga. Saya sempat memotret pelaku pengendara sepeda motor RX King itu. Tapi dia enggak terima. Pas saya sudah di atas motor, dia menghampiri saya. Saya kira dia mau memukul, tapi ternyata malah mengambil kunci kontak motor saya. Lalu saya rebut dan cuma dapat gantungannya saja dan dia kabur,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan pihaknya telah menerima informasi adanya penganiayaan tersebut. Dia memastikan akanmenindaklanjuti laporan itu. "Masih laporan. Kami terima, ini segera akan diberikan pengantar untuk dilakukan visum," ujarnya.

Soal dugaan adanya perampasan motor dengan modus mengajak berkelahi korban, Resky belum dapat berkomentar banyak. "Nanti kami lidik," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar