#operasipatuh#pelanggaranlalulintas#beritametro#razialalulintas

Pelanggar Lalu Lintas di Metro Meningkat 42 Persen

( kata)
Pelanggar Lalu Lintas di Metro Meningkat 42 Persen
Polres Metro menggelar konferensi pers hasil Operasi Patuh Krakatau 2019 diwilayah hukum Kota Metro. Foto: Lampost.co/Suprayogi

METRO (Lampost.co) -- Angka pelanggaran lalu lintas di Kota Metro meningkat selama Operasi Patuh Krakatau 2019. Peningkatan signifikan yaitu sebanyak 42 persen dibandingkan tahun 2018 lalu. Hal tersebut dikatakan Kapolres Metro AKBP Ganda MH Saragih dalam konferensi pers hasil Operasi Patuh Krakatau 2019 Polres Metro yang digelar di Mapolres Metro, Selasa, 17 September 2019.

Kapolres memaparkan, jumlah surat tilang yang dikeluarkan selama Ops Patuh Krakatau 2019 Polres Metro meningkat sebanyak 42 persen dari tahun 2018 lalu, atau bertambah sebanyak 350 surat tilang. Sementara untuk jumlah teguran menurun 53 persen atau dari 360 menjadi 168 teguran. "Untuk tahun 2019 terdapat 1.361 pelanggar yang terdiri dari 1.193 tilang dan 168 teguran. Sementara dari hasil oparasi tahun 2018 lalu, jumlah keseluruhan 1.203 dengan rincian tilang 843 dan teguran sebanyak 360," katanya.

Kendaraan yang telibat pelanggaran masih di dominasi sepeda motor, yaitu sebanyak 1.007 pelanggaran, disusul mobil penumpang dengan 105 pelanggaran dan kendaraan barang sebanyak 81 pelanggaran. "Jumlah tersebut tentu meningkat  42 persen dibanding tahun 2018 atau naik 350 pelanggaran," kata Kapolres.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam operasi tersebut sebanyak 1.193 barang bukti disita Polisi. "Barang bukti yang disita pun berupa SIM sebanyak 249 unit, STNK 861 unit dan kendaraan sebanyak 83 unit. Untuk usia pelanggaran masih didominasi usia 21 sampai 25 tahun, sebanyak 343 pelanggar, dibawahnya usia 16 hingga 20 tahun sebanyak 320 pelanggar," terangnya.

Guna menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas yang terus meningkat di Kota Metro, pihaknya melalui Satuan Lalu Lintas berjanji akan terus memberikan imbauan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.

"Kita juga akan rutin menggelar razia atau penegakkan hukum bagi pelanggar lalu lintas, karena untuk melakukan peningkatan kesadaran perlu ada tindakan hukum secara kontinu, guna mengurangi jumlah pelanggar lalu lintas," kata dia.

Suprayogi

Berita Terkait

Komentar