#pelanggaranlalulintas#tilang#operasipatuhkrakatau

Jumlah Pelanggaran Menurun Dalam Operasi Patuh Krakatau 2018

( kata)
Jumlah Pelanggaran Menurun Dalam Operasi Patuh Krakatau 2018
Suasana Operasi Patuh Krakatau 2018, di wilayah Hukum Polres Pesawaran yang digelar baru-baru ini. (Dok/Satlantas Polres Pesawaran)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Operasi Patuh Krakatau 2018 yang digelar dari 26 April-9 Mei 2018 oleh jajaran Ditlantas Polda Lampung dan seluruh Satlantas Polresta/Polres telah usai. Hasilnya jumlah pelanggar menurun dari tahun sebelumnya, sedangkan jumlah kecelakaan hingga meninggal dunia meningkat.

Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Lampung, jumlah pelanggar pada 2018 sebanyak 19.603 dengan rincian 17.971 tilang dan 1.632 teguran, turun 17% dari 2017 yakni 23.750 pelanggar dengan rincian 22.9494 tilang dan 801 teguran.

Jumlah pelanggar tertinggi ada di wilayah hukum Satlantas Polresta Bandar Lampung dengan jumlah pelanggar yakni 3.289 dari 2.999 tilang dan 290 teguran, urutan kedua yakni Polres Lampung Timur yakni 2.150 dari 2018 tilang dan 132 teguran. Posisi ketiga, Lampung Tengah yakni 2.100 pelanggaran yang semuanya dikenakan tilang.

"Dari hasil operasi patuh tersebut, pelanggar didominasi oleh karyawan/swasta, pelajar dan mahasiswa. Ini menurun karena kita maksimalkan upaya sosialisasi dari sebelum dan ketika oprasi berjalan," ujar Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin melalui Kabagbinops AKBP Sutrisno, Kamis (10/5/2018).

Untuk angka Lakalantas, kata dia, terjadi peningkatan sebesar 175%. Jumlah meninggal pada 2018 yakni 8, luka berat 24, dan luka ringan 12. Pada 2017, meninggal dunia 4, luka berat 6, dan luka ringan 5.

Untuk delapan korban meninggal dunia 3 orang berasal dari Lampung Selatan, Tulangawang (2), dan masing-masing 1 orang dari Bandar Lampung, Lampung Barat, dan Tanggamus.

Sutrisno menjelaskan, masih saja ditemukan adanya pengemudi yang ugal-ugalan, melawan rambu lalulintas, serta tidak menggunakan kelengkapan berkendara, seperti helm, terutama di jalan lintas. "Untuk pelanggaran memang didominasi karena melawan arus, enggak bawa helm, dan surat-surat," ujarnya.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar