#Korupsi#KPK#OTT

Jumlah Kekayaan Hakim Pembebas Jerat Korupsi Dua Eks Bupati di Lampung yang Terjaring OTT

( kata)
Jumlah Kekayaan Hakim Pembebas Jerat Korupsi Dua Eks Bupati di Lampung yang Terjaring OTT
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat. Dok PN Surabaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 20 Januari 2022. Selain Itong, KPK juga menangkap Panitera Pengganti (PP), M Hamdan. 

"Benar. KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya Jawa Timur. Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, sejauh ini KPK mengamankan tiga orang. Di antaranya hakim, panitera, dan pengacara yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya," kata jubir KPK, Ali Fikri, Kamis, 20 Januari 2022. 

Baca: Hakim Pemberi Vonis Bebas Korupsi Satono Lampung Terjaring OTT KPK di Surabaya

 

Itong merupakan mantan hakim di PN Tanjungkarang, Lampung. Itong sempat menjadi hakim yang mengadili mantan Bupati Lampung Timur (Lamtim), Satono dengan nilai korupsi Rp119 miliar dan mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Andy Achmad Sampurna Jaya dengan nilai korupsi sebesar Rp28 miliar pada 2011 lalu. 

Itong membebaskan keduanya. Akan tetapi di tingkat kasasi, Satono dijatuhi vonis 15 tahun penjara dan Andy dihukum 12 tahun penjara.

Keputusan Itong tersebut mengakibatkan ia berurusa dengan Mahkamah Agung (MA). Itong terbukti melanggar kode etik dan diskors ke Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu. Itong melanggar Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim. 

Itong diputus terbukti melanggar pasal 4 ayat 13;

"Hakim berkewajiban mengetahui dan mendalami serta melaksanakan tugas pokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya hukum acara, agar dapat menerapkan hukum secara benar dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiap pencari keadilan," bunyi pasal tersebut. 

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Itong terakhir melaporkan aset dan kekayaannya pada 31 Desember 2020.

Itong tercatat memiliki tanah dan bangunan dengan total Rp1.030.000.000. Di antaranya tanah dan bangunan seluas 167 m2/120 m2 di Kabupaten/Kota Surakarta, yang merupakan hasil sendiri senilai Rp700.000.000, dan tanah seluas 330 m2 di Kabupaten/Kota Boyolali, hasil sendiri senilai Rp330.000.000.

Selain itu, ia juga memiliki mobil Toyota Innova keluaran 2017 dengan harga Rp160.000.000. Harta bergerak lainnya dilaporkan dengan total Rp22.500.000.

Terdapat pula kas dan setara kas Rp962.042.499, sehingga total kekayaan Itong Rp2.174.542.499.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar