bursasahaminvestorbeikseipandemipasarmodal

Jumlah Investor Saham di BEI Melesat 28% saat Pandemi

( kata)
Jumlah Investor Saham di BEI Melesat 28% saat Pandemi
Ilustrasi.Dok


Jumlah Investor Saham di BEI Melesat 28% saat Pandemi

JAKARTA (Lampost.co) -- Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat per 19 November 2020 jumlah investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 1.503.682. 

Angka itu meningkat 28 persen di sepanjang 2020 atau di saat pandemi covid-19 melanda. Peningkatan itu mengartikan pasar modal menjadi pilihan investasi masyarakat di tengah pandemi covid-19. 

"Terjadi penambahan 417.366 Single Investor Identification (SID) baru atau naik 28 persen sepanjang 2020," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Yulianto menjelaskan pasar modal Indonesia yang menerapkan perdagangan saham berbasis daring sejak 2010 silam ternyata sejalan dengan penerapan era kenormalan baru atau new normal saat ini.

Untuk itu BEI bersama perusahaan efek anggota bursa masif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal sehingga meningkatkan daya tarik masyarakat Indonesia untuk berinvestasi saham.
 
Salah satu program sosialisasi dan edukasi untuk mengenalkan pasar modal khususnya kepada generasi milenial adalah melalui pelaksanaan kompetisi 10 Days Challenge 2020 pada 494 Galeri Investasi (GI) BEI di seluruh Indonesia.
 
"Pada periode ketiga kompetisi ini, sebanyak 41 GI dan lima perusahaan efek anggota bursa telah mengikuti kompetisi ini dengan 2.715 SID baru telah tercatat validitasnya di KSEI," ujarnya.
 
Adapun 10 Days Challenge merupakan kompetisi yang diselenggarakan BEI di seluruh GI BEI di Indonesia. Seluruh GI BEI ditantang untuk melakukan pembukaan rekening efek saham sebanyak-banyaknya dalam jangka waktu 10 hari bursa.
 
"Tujuan dari kompetisi ini untuk semakin mengimplementasikan pembukaan rekening efek yang saat ini semakin cepat dan mudah dan sebagai sarana edukasi pasar modal dan mendorong terciptanya inklusi pasar modal dalam bentuk peningkatan jumlah investor dalam negeri," pungkasnya.
 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar