#tersambarpetir#petir

Jum Sempat Dengar Anaknya Minta Tolong Usai Tersambar Petir di Natar

( kata)
Jum Sempat Dengar Anaknya Minta Tolong Usai Tersambar Petir di Natar
Jumiati (45), warga Candimas, Natar yang selamat dari sambaran petir pada Sabtu, 22 Agustus 2021. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Korban selamat dari sambaran petir di Dusun Induk Candimas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel), Jumiati (45), menceritakan insiden yang menewaskan orang-orang kesayangannya itu.

Menurut Jumiati, pada Sabtu, 21 Agustus 2021, siang, hujan turun disertai kilatan petir. Jumiati beserta keluarganya berteduh ke salah satu gubuk yang berada di areal persawahan. 

"Waktu meneduh itu tidak ada kilat, tetapi langsung petir. Jedar! Api langsung keluar dari dalam gubuk. Dua anak saya dan ibu saya sampai terpental, " cerita Jumiati saat ditemui Lampost.co di kediamannya, Minggu, 22 Agustus 2021. 

Baca: Satu Keluarga di Natar Tewas Tersambar Petir

 

Sontak, Jumiati mengaku tidak bisa menggerakkan badannya.

"Kaku semua. Tidak bisa apa-apa, bergerak sedikit saja kerasanya susah," ungkapnya. 

Padahal, kata Jum, sapaan akrabnya, dia sempat mendengar anaknya menjerit minta tolong. Namun, Jum mengaku tidak bisa menjawab atu menyahutinya. 

"Saya mau menolong anak saya, tetapi enggak bisa," katanya.

Sambaran petir itu membuat semua anggota keluarga Jum terpental dengan keras.  

"Saya sampai terbang (Terlempar). Kepala saya sampai membentur kayu gubuk," ungkap Jum.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga warga Desa Candimas, Kecamatan Natar tersambar petir. Tiga orang tewas, dua menderita luka bakar, dan satu lainnya selamat.

Tiga korban yang meninggal adalah Sutini (65), Linda (22), dan Ivan (8). Dua korban luka bakar masing-masing Isem (65), dan Jumiati (45). Sementara korban selamat bernama Cengkung (70).

Sobih AW Adnan






Berita Terkait



Komentar