#beritalampung#beritabandarlampung#perceraian

Judi Online Salah Satu Faktor Penyebab Banyak Perceraian di Bandar Lampung

( kata)
Judi Online Salah Satu Faktor Penyebab Banyak Perceraian di Bandar Lampung
Kantor Pengadilan Agama Tanjungkarang. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Angka perceraian di Bandar Lampung terus meningkat, sejak Januari--Oktober 2021 sudah ada 1.422 perkara cerai gugat yang tercatat di Pengadilan Agama (PA) Tanjungkarang. Alasan perceraian didominasi faktor ekonomi, salah satunya lantaran suami kecanduan judi online.

 

Juru Bicara PA Tanjungkarang Junaidi mengatakan percekcokan dan perselisihan terus menerus terjadi dalam rumah tangga hingga akhirnya mengajukan cerai ke Pengadilan Agama. "Karena dia judi online lalu tidak bisa menafkahi keluarganya. Kembali juga tidak bertanggungjawab terhadap istrinya," ujarnya, Kamis, 10 November 2022.

Namun Ia menyebutkan alasan judi online ini biasanya dimasukan ke dalam faktor ekonomi atau perselisihan dan pertengkaran terus menerus.

Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Bandar Lampung Terendam Banjir

“Uniknya di tahun ini gara-gara judi online itu banyak sekali. Kita tidak menuliskan judi online sebagai salah satu faktor utama, karena tidak ada catatan khusus angka kasus dengan alasan judi online. Masuknya ke masalah ekonomi, akhirnya tidak menafkahi," katanya.

Junaidi mengatakan untuk kasus perceraian karena perselisihan di Bandar Lampung selama 2022 sebanyak 1.250 kasus.

Menurut Junaidi, ada tiga faktor penyebab perceraian terjadi, sebab paling utama yang paling banyak yakni masalah ekonomi, diikuti masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pihak ketiga.

“Kalau di 2022 kasus perceraian karena ekonomi itu ada diurutan kedua yakni sebanyak 136 kasus,” sebutnya.

Junaidi melanjutkan jika istri biasanya menggugat karena tidak dinafkahi. Pihak suami yang meminta cerai atau talak biasanya karena perselisihan adanya orang ketiga. “Beberapa kasus itu bahkan ada yang hilang suaminya lalu muncul dengan wanita idaman lain (WIL),” ujarnya.

Sedangkan untuk penyebab perceraian lainnya antara lain karena mabuk sebanyak 1 kasus, meninggalkan satu pihak (12 kasus), salah satu di hukum penjara (5 kasus), poligami (1 kasus), KDRT (5 kasus), dan murtad (2 kasus).

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar