#PembatalanKenaikanBPJS#IuranBPJS#BPJS

Jokowi Timang Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kelas III 

( kata)
Jokowi Timang Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kelas III 
Presiden Joko Widodo. Foto : MI/RAMDANI.

Bogor: Presiden Joko Widodo mempertimbangkan pembatalan penaikan iuran BPJS Kesehatan kelas III. Hal ini menyusul protes serikat pekerja Indonesia yang merasa diberatkan.
 
"Itu juga usulan, kita pertimbangkanlah," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 30 September 2019.
 
Jokowi pun menilai kenaikan iuran perlu dilakukan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan yang kian membengkak. Estimasi defisit BPJS tahun ini bisa mencapai Rp28,5 triliun. 

"Kenaikan BPJS tidak kita lakukan yang terjadi juga defisit besar di BPJS. Semuanya dihitung, semuanya dikalkulasi," ungkapnya.
 
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal dalam pertemuan di Istana Bogor meminta Presiden mencabut kebijakan penaikan iuran BPJS Kesehatan kelas III karena mempengaruhi nasib buruh. Ia menilai kenaikan iuran sebesar 65 persen itu akan mempengaruhi daya beli masyarakat dan berimbas terhadap inflasi.
 
"Kami meminta pemerintah untuk meninjau ulang kenaikan iuran BPJS kesehatan di kelas III karena berpengaruh kepada buruh dan rakyat," kata Said Iqbal.
 
Adapun kebijakan penaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar 100 persen diterapkan untuk peserta kelas 1 dan kelas 2. Sementara peserta kelas 3 hanya naik 65 persen.
 
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya menegaskan pentingnya kenaikan iuran karena defisit terbesar disebabkan tunggakan iuran peserta mandiri sekitar Rp15 triliun selama tahun 2016-2018
 
Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan kenaikan defsiti BPJS kesehatan setiap tahun. Pada 2014, defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp1,9 triliun. Jumlah itu meningkat menjadi Rp9,4 triliun pada 2015, dan Rp6,7 triliun pada 2016. Lalu defisit BPJS Kesehatan membengkak dua kali lipat menjadi Rp13,8 triliun pada 2017 dan di 2018 defisitnya menjadi Rp19,4 triliun.
 

Medcom.id



Berita Terkait



Komentar