#jokowi#PLN#Pertamina#energi

Jokowi Minta Pertamina dan PLN Buat Grand Design Transisi Energi

( kata)
Jokowi Minta Pertamina dan PLN Buat Grand Design Transisi Energi
Tenaga listrik dari EBT akan lebih dominan dibandingkan dari energi fosil. Hal ini terjadi seiring masifnya para investor dari dalam dan luar negeri berinvestasi di pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Dok. MI


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina dan PT PLN segera menyiapkan desain perencanaan transisi dari energi fosil ke energi hijau. Jokowi menyatakan energi fosil akan disetop sehingga kedua perusahaan pelat merah itu harus mengarah pada sumber energi ramah lingkungan.

 

"Kita tahu bahwa transisi energi ini memang tidak bisa ditunda-tunda. Oleh sebab itu perencanaannya, grand design-nya itu harus mulai disiapkan. Tahun depan kita akan apa, tahun depannya lagi akan apa, lima tahun yang akan datang akan apa," ucap Jokowi dilansir dari Media Inodnesia, Jakarta, Sabtu, 20 November 2021.

Jokowi menuturkan tren global ke depan akan meninggalkan energi fosil. Hal itu juga mengemuka dalam pertemuan KTT G20 dan COP26 beberapa waktu lalu. Bisnis Pertamina dan PLN saat ini masih mengandalkan energi fosil.

"Arahnya sudah bisa ditebak bahwa suatu saat yang namanya energi fosil, penggunaan mineral fosil itu pada suatu titik akan disetop. Padahal kondisinya PLN misalnya penggunaan batu baranya masih sangat besar sekali. Pertamina posisinya juga pada bisnis minyak dan gas yang mau tidak mau akan terkena imbasnya kalau ke depan semuanya mengarah ke mobil listrik," ujarnya.

Presiden menegaskan penyiapan transisi menuju energi hijau menjadi keharusan. Sebab itu, Pertamina dan PLN diminta untuk memperkuat fondasi menuju transisi energi. Kekayaan alam Indonesia yang juga melimpah, energi baru dan terbarukan harus dimaksimalkan sebaik mungkin.

"Harus mulai disiapkan, mana yang bisa digeser ke hidro, mana yang bisa digeser ke geotermal, kemudian mana yang bisa digeser ke surya," ucap Jokowi.

Kepala Negara menuturkan suplai energi di Indonesia terbesar saat ini masih dari batu bara sebesar 67 persen, bahan bakar sebesar 15 persen, dan gas 8 persen. Jokowi mengatakan jika Indonesia mampu melakukan transisi, impor minyak bisa dikurangi.

"Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya karena di PLN oversupply. Artinya, suplai dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina menjadi turun," ujarnya.

"Goal (sasaran) besarnya adalah negara ini akan memeroleh keuntungan dalam bentuk neraca pembayaran kita yang sudah berpuluh-puluh tahun kita tidak bisa menyelesaikan karena masalah impor minyak kita terlalu besar sekali dan itu memengaruhi currency kita, memengaruhi yang namanya kurs dolar kita," imbuh Jokowi.

Winarko







Berita Terkait



Komentar