#pelantikanpresiden#presidenjokowi#istanapresiden

Jokowi Menolak Pelantikan Presiden Dimajukan

( kata)
Jokowi Menolak Pelantikan Presiden Dimajukan
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. MI/Ramdani

Jakarta (Lapost.co): Istana Kepresidenan menegaskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu, 20 Oktober 2019. Jokowi tak ingin pelantikan dipercepat.

"Enggak boleh maju sehari, enggak boleh mundur sehari," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa 2 Oktober 2019.

Pramono mengungkapkan Presiden Jokowi sangat memahami ketatanegaraan. Untuk itu, proses pelantikan presiden maupun anggota legislatif harus berjalan sesuai jadwal.

"Karena periodesasi presiden dan DPR sudah fix 5 tahunan," terang Pramono.

Lagipula, tambah Pramono, usulan untuk memajukan jadwal pelantikan presiden tidak berasal dari pihaknya. Usulan itu keinginan relawan Jokowi. "Itu bukan dari Istana," tegas Pramono.

Sebelumnya, Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan ada sejumlah pertimbangan yang menjadi alasan pelantikan dimajukan sehari. Acara itu dinilai lebih layak berlangsung pada Sabtu, 19 Oktober 2019.

"Keluarga Indonesia sedang santai. Kita juga menghormati saudara-saudara kita yang ingin menjalankan ibadah dan beristirahat," jelas Budi.

medcom.id



Berita Terkait



Komentar